Limbah Gergaji di Banjarbaru Kini Bernilai Ekonomi Lewat Inovasi 3D Printing

3 days ago 6
Limbah Gergaji di Banjarbaru Kini Bernilai Ekonomi Lewat Inovasi 3D Printing Ir. Wiwin Tyas Istikowati, S.Hut., M.Sc., Ph.D. sedang memberikan materi tentang ekonomi sirkular dan pemanfaatan 3D printing dari limbah kerajinan kepada pelaku UMKM di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis (23/7/2026).(MI/HO)

TIM dosen dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menginisiasi program pengabdian masyarakat yang inovatif dengan memanfaatkan limbah serbuk gergaji. Limbah yang selama ini dianggap sisa produksi tersebut diolah menjadi filamen untuk teknologi cetak tiga dimensi (3D printing).

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026) di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini, bertujuan untuk memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Selain menjaga kelestarian lingkungan, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Program strategis ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Kolaborasi Lintas Disiplin

Pelaksanaan program melibatkan tim ahli lintas disiplin dari ULM untuk memastikan transfer teknologi berjalan optimal. Berikut adalah profil tim pelaksana kegiatan tersebut:

Peran Nama Personel Asal Fakultas
Ketua Pengabdian Ir. Wiwin Tyas Istikowati, S.Hut., M.Sc., Ph.D. Fakultas Kehutanan
Anggota Prof. Ir. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D. FMIPA (Dekan)
Anggota Muhammad Rizky Romadhon, S.P., M.P. Fakultas Pertanian
Mahasiswa Pendamping Dewi Sri Purnama, Oinitema Gea, Muhammad Norhuda Fakultas Kehutanan

Transformasi Limbah Menjadi Produk Bernilai

Tim ULM menggandeng UD Serasi Kosen, sebuah UMKM pengolah kayu di Banjarbaru, sebagai mitra utama. Selama ini, UD Serasi Kosen menghasilkan limbah serbuk gergaji dalam volume besar yang hanya menjadi beban produksi tanpa pengolahan lebih lanjut.

Dalam pendampingan ini, pemilik UMKM diberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi sirkular dan teknik mencampur limbah kayu ke dalam bahan filamen. Hasilnya, filamen tersebut dapat digunakan untuk mencetak berbagai produk kerajinan modern yang memiliki nilai jual tinggi.

“Limbah kayu tidak seharusnya dipandang sebagai sisa produksi yang hanya dibuang, karena sebetulnya sisa produksi seperti ini bisa menjadi sumber daya yang masih memiliki potensi ekonomi. Tentu pengolahannya harus dengan pendekatan teknologi yang tepat,” tegas Ir. Wiwin Tyas Istikowati.

Optimisme Pelaku Usaha

Pemilik UD Serasi Kosen, Suhaemi, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengaku baru menyadari bahwa limbah yang selama ini menumpuk di tempat usahanya memiliki prospek pasar yang menjanjikan jika dikelola dengan teknologi 3D printing.

“Program ini membantu kami sebagai pelaku UMKM. Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara mengolah limbah serbuk gergaji,” kata Suhaemi. Ia berharap metode ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi usahanya.

Selain praktik produksi, tim pengabdian dan mitra juga berdiskusi mengenai strategi pemasaran produk hasil 3D printing serta tantangan implementasi teknologi pada skala industri kecil. Ke depannya, inovasi ini diharapkan dapat diadopsi oleh UMKM lain di Banjarbaru guna menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |