NASA Pertimbangkan Kirim Rover Bekas Uji Mars ke Bulan, Biaya Jadi Kendala

4 days ago 18
NASA Pertimbangkan Kirim Rover Bekas Uji Mars ke Bulan, Biaya Jadi Kendala PROMISE(Doc SPACE)

NASA tengah mempertimbangkan kembali rencana mengirim rover bekas pengujian Mars ke Bulan setelah perkiraan biaya modifikasinya dinilai berpotensi terlalu mahal. 

Rover bernama PROMISE (Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration) tersebut merupakan model rekayasa yang selama bertahun-tahun digunakan untuk menguji berbagai perintah dan prosedur bagi rover Perseverance di Mars. 

Kini, NASA melihat peluang untuk memanfaatkannya dalam eksplorasi wilayah kutub selatan Bulan.

Dari Mars ke Bulan

PROMISE bukan rover baru yang dirancang khusus untuk Bulan, melainkan model rekayasa skala penuh dari rover Perseverance yang berada di Jet Propulsion Laboratory (JPL), California. 

NASA selama ini menggunakan kendaraan tersebut sebagai testbed untuk menguji berbagai perintah dan prosedur sebelum dikirim ke Perseverance yang beroperasi di Mars.

Setelah bertahun-tahun mengoperasikan Perseverance dan Curiosity, NASA mulai mempertimbangkan pemanfaatan PROMISE untuk misi lain. 

Administrator NASA Jared Isaacman mengusulkan agar rover tersebut digunakan dalam misi Bulan, khususnya untuk membantu eksplorasi kawasan kutub selatan Bulan.

Mengapa PROMISE Menarik untuk Bulan?

Salah satu keunggulan PROMISE adalah kemungkinan penggunaan radioisotope thermoelectric generator (RTG) yang memanfaatkan panas dari peluruhan plutonium untuk menghasilkan listrik. 

Teknologi ini dinilai cocok untuk menjelajahi kutub selatan Bulan yang memiliki wilayah sangat gelap dan dingin, karena rover tidak sepenuhnya bergantung pada sinar Matahari dan berpotensi bertahan lebih lama. 

NASA juga dilaporkan memiliki unit MMRTG yang dapat digunakan, sementara PROMISE yang berbobot sekitar satu ton akan membutuhkan kendaraan pendarat berkapasitas besar untuk membawanya ke permukaan Bulan.

Namun Biayanya Tidak Lagi Sederhana

Penggunaan PROMISE untuk misi Bulan tidak bisa dilakukan begitu saja karena rover tersebut awalnya dirancang untuk lingkungan Mars, sehingga membutuhkan modifikasi dan pengujian tambahan agar mampu beroperasi di Bulan. 

Perkiraan independen menyebut biaya pengembangan dan pengirimannya dapat mencapai US$700 juta hingga US$1,3 miliar, meski angka ini masih bersifat konseptual dan dapat berubah sesuai kebutuhan misi. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mendaur ulang rover lama tidak selalu berarti lebih murah, karena NASA tetap harus memastikan keamanan, ketahanan terhadap lingkungan ekstrem Bulan, serta kompatibilitas dengan sistem pendaratan dan komunikasi.

NASA Belum Mengambil Keputusan Final

Hingga kini, NASA belum menetapkan PROMISE sebagai misi Bulan resmi dan masih mengevaluasi kelayakannya untuk mendukung eksplorasi Bulan. 

Rencana tersebut sejalan dengan strategi NASA yang semakin berfokus pada pembangunan infrastruktur di Bulan melalui kerja sama dengan perusahaan komersial.

NASA juga telah memberikan kontrak pengembangan Lunar Terrain Vehicle, termasuk kepada Astrolab dan Lunar Outpost, yang masing-masing mengembangkan rover berbobot sekitar satu ton dan ditargetkan dikirim ke Bulan pada 2028.

Antara Hemat Biaya dan Risiko Teknologi

Rencana penggunaan PROMISE mencerminkan dilema NASA antara memanfaatkan teknologi yang sudah ada atau mengembangkan rover baru yang dirancang khusus untuk Bulan. 

Meski PROMISE memiliki teknologi matang dari pengalaman eksplorasi Mars, kebutuhan modifikasi, pengujian, sistem pendaratan, sumber daya nuklir, dan operasional di lingkungan Bulan berpotensi meningkatkan biaya. 

Karena itu, NASA perlu mempertimbangkan apakah penggunaan rover lama benar-benar lebih menguntungkan dibandingkan mengembangkan rover baru yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan eksplorasi Bulan.

Sumber: Ars Technica, Space

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |