ilustrasi pelayanan kesehatan.(MI)
KONDISI Rumah Sakit (RS) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian serius pascagempa karena sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan dinilai sudah tidak layak digunakan. Beberapa bagian bangunan bahkan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan berpotensi roboh.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh yang akrab disapa Ninik, memastikan di tengah kondisi tersebut, pelayanan terhadap pasien tetap berjalan dengan memanfaatkan tenda-tenda darurat.
Salah satunya adalah tenda yang diberi tulisan ruang nifas tempat ibu yang akan maupun baru saja melahirkan mendapatkan perawatan. Ninik mengungkapkan, terdapat sekitar 15 pasien di tenda tersebut dengan kondisi yang beragam.
“Di sana ada ibu yang melahirkan bayi kembar, ada yang baru menjalani operasi caesar pada hari itu, ada yang mengalami pendarahan dan membutuhkan istirahat, ada yang baru menjalani operasi kuret, dan ada juga yang sedang menunggu kelahiran bayinya,” ujar Ninik dalam keterangannya, Selasa (24/8).
Ia menceritakan di antara pasien tersebut terdapat seorang ibu berusia 16 tahun yang tengah menjalani perawatan setelah mengalami pendarahan. Meski demikian, kondisi kehamilannya dilaporkan baik. Secara umum, Ninik bersyukur sebagian besar ibu dan bayi yang dirawat berada dalam kondisi sehat.
"Selain ruang nifas, sejumlah layanan rumah sakit juga terpaksa dipindahkan ke tenda darurat. Salah satunya ruang radiologi. Karena memiliki risiko paparan radiasi, rombongan tidak masuk ke dalam tenda tersebut," ungkap dia.
Kemudian tenda yang difungsikan sebagai ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD). Sejumlah pasien masih menjalani perawatan di sekitar 10 tempat tidur yang tersedia. Mayoritas pasien yang dirawat mengalami patah tulang akibat gempa. Ninik menyampaikan sejumlah persoalan yang perlu segera didorong kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan. (Iam/P-3)













































