REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lebih dari 90 persen perdagangan dunia berlangsung melalui jalur laut, menjadikan sektor maritim sebagai tulang punggung sistem logistik global. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, konektivitas laut tidak hanya penting, tetapi menjadi fondasi utama distribusi energi nasional.
Melalui bisnis shipping, Pertamina Patra Niaga menjalankan peran strategis sebagai virtual pipeline yang mengalirkan energi ke seluruh penjuru negeri, baik melalui laut maupun sungai. Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dari kilang hingga terminal dan titik serah bergantung pada keandalan sistem ini agar energi dapat diterima masyarakat secara merata.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa sistem pelayaran merupakan infrastruktur yang tidak kasat mata, namun memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Lebih dari sekadar moda transportasi, shipping merupakan invisible infrastructure yang menopang distribusi energi nasional. Dalam karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, keandalan sistem ini menjadi kunci agar energi dapat diakses secara merata, termasuk di wilayah 3T,” ujar Roberth.
Ia menambahkan, kompleksitas distribusi energi nasional menuntut sistem pelayaran yang adaptif dan andal di tengah berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga dinamika operasional.
“Ketika sistem shipping berjalan optimal, masyarakat tidak merasakan dampaknya. Namun ketika terjadi gangguan, efeknya langsung terasa terhadap ketersediaan energi dan aktivitas ekonomi. Karena itu, shipping menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas energi nasional,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan distribusi energi berbasis maritim melalui sinergi di lingkungan Pertamina Group. Upaya ini dilakukan untuk memastikan energi tersalurkan secara aman, tepat waktu, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem distribusi energi yang lebih adaptif dan resilien, sejalan dengan dinamika global serta kebutuhan energi masyarakat.

3 hours ago
1
















































