Trilateral Meeting yang melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Australian Federal Police (AFP), dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL).(MI/HO)
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Trilateral Meeting yang melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Australian Federal Police (AFP), dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL).
Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi ketiga negara untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara (transnasional) yang kian kompleks.
Mengingat posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan berada di jalur strategis menuju Australia, pengamanan kawasan ini tidak lagi bisa dilakukan secara parsial.
Sinergi Menghadapi Tantangan Global
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan masyarakat di wilayah perbatasan. Menurutnya, tantangan keamanan saat ini menuntut adanya pertukaran informasi intelijen yang cepat dan pengawasan wilayah yang terpadu.
"Tantangan keamanan di wilayah perbatasan tidak dapat kita hadapi sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, terutama dalam pengawasan wilayah perbatasan, pertukaran informasi intelijen, serta penanganan kejahatan transnasional," ujar Irjen Pol Rudi Darmoko.
Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi dari ketiga instansi kepolisian. Berikut adalah daftar delegasi utama yang hadir dalam pertemuan tersebut:
| AFP (Australia) | Federal Agent Chad Aston | Judy Goldsmith, Sarah Hammond, Dalia Das Regas |
| PNTL (Timor Leste) | Chief Superintendent Calisto Gonzaga | Boavida Ribeiro, Eugenio Pereira, Esterlita Gama Soares |
Dukungan Sarana Operasional
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pengamanan, AFP menyerahkan bantuan sarana operasional kepada Polda NTT. Bantuan ini diproyeksikan untuk meningkatkan mobilitas dan efektivitas personel di lapangan, terutama dalam melakukan patroli di titik-titik rawan perbatasan.
Daftar Bantuan Sarana Operasional dari AFP:
- Sepeda Motor
- Laptop
- Printer
- Teropong
Rapat Teknis dan Deteksi Dini
Usai seremoni pembukaan, agenda dilanjutkan dengan rapat teknis yang membahas mekanisme koordinasi dan langkah operasional bersama. Fokus utama pembahasan mencakup percepatan respons aparat terhadap ancaman kejahatan serta penguatan sistem pengamanan di kawasan segitiga Indonesia, Timor Leste, dan Australia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kerja sama internasional ini merupakan bukti peran aktif Polda NTT dalam melindungi masyarakat dari ancaman lintas negara.
"Kerja sama ini akan memperkuat deteksi dini, mempercepat pertukaran informasi, dan meningkatkan kapasitas aparat dalam menghadapi berbagai ancaman lintas negara secara lebih efektif," jelas Kombes Pol Henry.
Melalui sinergi trilateral ini, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan lintas batas semakin sempit, sehingga stabilitas kawasan tetap terjaga demi menghadirkan perlindungan optimal bagi masyarakat di garda terdepan Indonesia. (Z-1)

















































