Prancis Usung Misi Balas Dendam Kontra Spanyol

2 weeks ago 26
Prancis Usung Misi Balas Dendam Kontra Spanyol Pelatih Prancis Didier Deschamps(AFP)

GELANDANG Prancis Warren Zaire-Emery mengatakan timnya ingin menuntut balas terhadap Spanyol pada babak semifinal di AT&T Stadium, Dallas. Rabu (15/7) dini hari WIB. Laga itu juga menjadi misi menghapus memori kelam saat Les Bleus disingkirkan skuad La Roja pada fase yang sama di Piala Eropa dua tahun silam.

Zaire-Emery menegaskan bahwa skuad yang dibawa Didier Deschamps ke Amerika Serikat saat ini berada pada level yang jauh berbeda. Prancis tidak lagi tampil pragmatis dan monoton, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin menakutkan lewat peragaan sepak bola menyerang yang cair dan atraktif.

"Dalam pandangan saya, Prancis saat ini memiliki tim yang sangat berbeda. Kami jauh lebih siap dan solid. Kami datang ke Dallas untuk menang sekaligus membalas perlakuan Spanyol di Euro lalu. Ini adalah panggung semifinal Piala Dunia, dan kami akan memberikan pembuktian mutlak di atas lapangan," tegas Zaire-Emery dalam konferensi pers pra-laga, Senin (13/7) waktu setempat.

Bintang muda Paris Saint-Germain itu juga memberikan responsterkait komentar miring bernada rasialis dari mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, yang menyebut skuad Prancis kehilangan identitas nasionalnya karena dihuni pemain dari berbagai latar belakang.

"Keberagaman latar belakang dan asal-usul kultural justru menjadi kekuatan utama yang membentuk esensi sejati dari negara Prancis. Kami adalah satu kesatuan yang erat di ruang ganti, dan kebersamaan itulah yang paling krusial bagi kami," imbuhnya lugas.

Kembalinya Tchouameni 

Di sektor taktikal, pelatih Didier Deschamps mendapatkan suntikan amunisi berharga seiring pulihnya gelandang jangkar Aurelien Tchouameni dari cedera otot. Bintang Real Madrid tersebut diproyeksikan langsung turun sebagai starter menggeser posisi Manu Kone.

Deschamps juga memastikan sang kapten, Kylian Mbappe, berada dalam kondisi siap tempur meskipun sempat menjalani porsi latihan terpisah akibat benturan ringan pada pergelangan kakinya saat menumbangkan Maroko di babak perempat final.

Kendati anak asuhnya mengusung motivasi balas dendam, Deschamps memilih bersikap diplomatis dan enggan terjebak dalam diksi balas dendam yang ramai di media. Baginya, kekalahan di Piala Eropa 2024 maupun drama 5-4 di Nations League tahun lalu sudah menjadi bagian dari sejarah masa lalu.

"Spanyol tetaplah tim favorit di turnamen ini, dan rekam jejak mereka sejak fase grup telah membuktikan hal itu secara sah. Pertandingan besok bukan soal masa lalu, melainkan murni benturan tekad dan strategi di atas lapangan. Kami tahu Spanyol memiliki lini serang yang fantastis, tetapi mereka juga harus ingat bahwa Prancis memiliki organisasi pertahanan yang sangat kokoh," kata Deschamps. 

(Theguardian/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |