Lionel Messi mencetak rekor gol dan assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.(Dok. ESPN)
KAPTEN tim nasional Argentina, Lionel Messi, kembali mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026. Dalam laga babak 16 besar melawan Mesir di Atlanta, Selasa (7/7) malam, Messi membawa Albiceleste menang dramatis 3-2 sekaligus memecahkan rekor gol dan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Kemenangan ini memastikan tiket perempat final bagi Argentina setelah sempat tertinggal dua gol. Messi menjadi motor kebangkitan dengan memberikan assist matang kepada Cristian Romero, sebelum dirinya sendiri mencetak gol penyama kedudukan lewat sepakan voli pada menit ke-83. Kemenangan Argentina akhirnya dikunci oleh sundulan Enzo Fernandez di masa injury time.
Tambahan satu gol ke gawang Mesir membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia kini mencapai 21 gol. Angka ini mengukuhkan posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen tersebut. Khusus di edisi 2026, Messi telah mengoleksi 8 gol, melampaui catatan Erling Haaland dan Kylian Mbappe.
Selain produktivitas gol, La Pulga resmi menjadi raja assist Piala Dunia. Umpan golnya kepada Romero merupakan assist ke-9 Messi, melampaui rekor legenda Argentina, Diego Maradona, yang mengoleksi 8 assist.
Namun, laga tersebut juga menyisakan catatan kurang manis bagi pemain berusia 39 tahun itu. Messi gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan setelah sepakannya ditepis kiper Mesir. Kegagalan ini menjadikannya pemain dengan jumlah kegagalan penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia (tidak termasuk adu penalti).
Statistik Penalti Lionel Messi di Piala Dunia:
- Total Eksekusi: 8 kali
- Berhasil: 4 kali
- Gagal: 4 kali (vs Islandia 2018, Polandia 2022, Austria 2026, Mesir 2026)
Messi juga mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia yang sama. Sebelumnya, ia juga gagal memanfaatkan peluang dari titik putih saat menghadapi Austria di fase grup.
Meski demikian, kontribusi Messi tetap tak tergantikan. Mentalitas juara Argentina teruji setelah mampu mencetak tiga gol dalam waktu kurang dari 14 menit untuk membalikkan keadaan. Hasil ini menjaga asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022 lalu. (Z-10)


















































