Kebakaran melanda rumah yang hancur pascaserangan mematikan Rusia di Oblast Kyiv semalam pada 8 Agustus 2025.(State Emergency Service Telegram)
RUSIA mengeklaim melancarkan serangan semalaman terhadap fasilitas industri militer dan depot bahan bakar di Kyiv, Ukraina. Serangan tersebut juga dilaporkan menyasar kapal pengangkut senjata dan peralatan militer di sekitar Odessa.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya, Sabtu (8/8), mengatakan serangan menghantam fasilitas industri yang disebut Kyiv-111 dan dioperasikan Fire Point. Fasilitas tersebut, menurut Rusia, memproduksi komponen rudal serta menyimpan material yang digunakan dalam pembuatannya.
Selain itu, Rusia menyebut serangan mengenai depot bahan bakar dan pelumas Kyiv-3 yang dioperasikan Grandterminal LLC. Depot tersebut disebut memasok produk minyak bumi kepada Angkatan Bersenjata Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan dua kapal curah yang membawa senjata dan peralatan militer menuju pelabuhan Ukraina terkena serangan pesawat nirawak (drone) di wilayah selatan dan timur Odessa. Pernyataan tersebut tidak merinci kerusakan maupun korban akibat serangan terhadap kapal.
Dalam perkembangan lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan 397 drone sayap tetap Ukraina sepanjang malam di sejumlah wilayah Rusia. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, serangan drone Ukraina dilaporkan melukai lima orang dan memicu kebakaran di kilang minyak Ilsky di wilayah Krasnodar, Rusia bagian selatan.
Markas operasi darurat regional Krasnodar mengatakan kebakaran terjadi setelah puing-puing drone jatuh di area kilang.
"Akibat jatuhnya puing-puing kendaraan udara tak berawak, kebakaran terjadi di kilang minyak Ilsky. Berdasarkan informasi awal, lima orang terluka," demikian pernyataan markas operasi darurat tersebut.
Kelima korban disebut telah mendapat perawatan medis. Layanan darurat dan tim khusus juga dikerahkan untuk menangani insiden tersebut.
Serangan terbaru terjadi di tengah perang Rusia-Ukraina yang terus berlangsung dan penggunaan drone oleh kedua pihak terhadap sasaran militer maupun infrastruktur strategis. Informasi mengenai sasaran dan dampak serangan dari masing-masing pihak kerap disampaikan melalui pernyataan resmi yang belum selalu dapat diverifikasi secara independen. (Xinhua/B-3)

















































