Ketua DPW PKS Jawa Barat yang juga Wakil Ketua DPRD Jabar Abah Iwan Suryawan.(ISTIMEWA)
TIDAK ada satu pun partai politik yang bisa menjawab semua tantangan di Jawa Barat sendirian. Mereka perlu melibatkan pakar di berbagai bidang dan tokoh yang berpengalaman.
Pernyataan itu dingkapkan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat Iwan Suryawan, saat hadir pada pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat Wilayah dan Daerah PKS se Jawa Barat, di Bandung, Minggu (6/9).
Dia menambahkan, Jawa Barat bukan provinsi yang bisa diurus dengan pendekatan biasa. Daerah ini memiliki 51 juta penduduk, 27 kota dan kabupaten, dengan keragaman latar belakang, kebutuhan, dan tantangan yang tidak bisa dipukul rata.
Untuk itu, DPW PKS Jawa Barat perlu melibatkan para pakar di berbagai bidang dan orang-orang berpengalaman dalam kepengurusannya.
"Jawa Barat ini besar dengan pola perilaku dan kebutuhan yang sangat beragam. Kami sadar, kami tidak bisa mengerjakan ini semua sendirian. Untuk itu, kami membuka diri, menggandeng para ahli, akademisi, profesional, dan tokoh-tokoh berpengalaman yang mau berkhidmat bersama," ujar tokoh yang akrab disapa Abah Iwan itu.
Dia tidak menyembunyikan kebahagiaan ketika melihat para tokoh hadir memenuhi panggilan khidmat untuk Jawa Barat. Kehadiran mereka menghadirkan rasa aman, membuat PKS punya teman untuk melangkah bersama.
"Ada kebahagiaan yang tidak mudah saya ungkapkan dengan kata-kata — melihat guru-guru kami hadir dengan keikhlasan, menerima panggilan untuk berkhidmat. Dengan kepakaran dan keteladanan mereka, kami merasa reug-reug — tenteram, kuat, siap menyambut tantangan dakwah di Jawa Barat," ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu.
BUKAN SEREMONIAL
Namun di balik kebahagiaan itu, Abah Iwan juga menyampaikan peringatan yang serius, khususnya bagi pengurus yang ada di bawah kepemimpinannya, bahwa keberadaan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat tidak boleh berhenti pada seremonial pelantikan.
"Ada pesan yang sangat membekas dari salah seorang Dewan Penasihat kami: 'Jangan jadikan kami hiasan.' Kalimat itu sederhana, tapi dalamnya luar biasa. Ilmu mereka banyak, energi mereka dahsyat — maka berikan ruang, waktu, dan tempat bagi mereka untuk benar-benar menyalurkan amanah ini. Jangan sampai setelah dilantik, tukcing," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Jawa Barat, Ridwan Solichin, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah bagian dari visi yang lebih besar, menjadikan PKS sebagai rumah yang terbuka bagi seluruh kalangan di Jawa Barat yang majemuk.
"Kami ingin PKS menjadi rumah besar bagi seluruh kalangan di Jawa Barat, membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya dalam berdemokrasi. Kehadiran Dewan Pakar dan Dewan Penasihat adalah wujud nyata dari tekad itu," ujarnya.
Antusiasme yang meluap dari para tokoh yang ingin bergabung pun menjadi catatan tersendiri bagi Ridwan.
"Bahkan semalam masih ada yang ingin bergabung menjadi Dewan Pakar. Ini yang membuat kami bersyukur bahwa Jawa Barat punya begitu banyak tokoh dan ahli yang mau berkhidmat. Makin banyak, makin bagus. Karena tantangan Jawa Barat memang butuh sebanyak mungkin tangan yang bekerja bersama," pungkasnya.
Total Dewan Penasihat tingkat Wilayah yang dilantik sebanyak 15 orang, sedangkan Dewan Pakar Wilayah berjumlah 19 orang.
Untuk tingkat daearah, Dewan Penasihat yang dilantik ialah 114 orang, sedangkan Dewan Pakar tingkat Daerah ialah 230 orang.
Para Dewan Penasihat ini terdiri dari elemen keagamaan, kebangsaan, kemasyarakatan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan lain-lainnya.
Pelantikan Dewan Penasihat dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasihat DPP PKS, Mustafa Kamal. Sementara Dewan Pakar dilantik oleh Ketua Dewan Pakar DPP PKS Irwan Prayitno — mantan Gubernur Sumatera Barat dua periode sekaligus akademisi.
Kehadiran keduanya bukan sekadar seremonial. Ia adalah penanda bahwa PKS memandang serius peran dua organ ini dalam perjalanan partai ke depan.
Setelah pelantikan, para Dewan Pakar dan Dewan Penasihat, dibekali dengan materi Training Orientasi Partai (TOP) untuk mengemban amanahnya, yakni Bedah AD ART PKS oleh MPP PKS, Syamsu Hilal.
Dilanjutkan dengan Panduan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat oleh Ketua MPW PKS Jabar, Ridwan Solichin. Terakhir paparan “Jawa Barat; Dulu, Kini, dan Masa Depan” dibawakan oleh Ahmad Heryawan atau Kang Aher, Gubernur Jawa Barat dua Periode, 2008-2018.


















































