Warga Venezuela Cemas Kehilangan Rumah usai Gempa, Ribuan Bangunan Rusak

2 weeks ago 33
Warga Venezuela Cemas Kehilangan Rumah usai Gempa, Ribuan Bangunan Rusak dampak gempa kembar di Venezuela.(AFP.)

WARGA di Venezuela cemas kehilangan rumah setelah gempa dahsyat pada 24 Juni merusak ribuan bangunan. Mereka kini menunggu hasil inspeksi untuk memastikan rumah masih layak dihuni atau harus dikosongkan.

Warga di Venezuela masih diliputi kecemasan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni lalu merusak ribuan bangunan. Mereka menunggu hasil inspeksi pemerintah yang akan menentukan apakah rumah masih aman dihuni atau harus dikosongkan.

Morela Luna, 23, menjadi salah satu warga yang terdampak. Rumahnya di negara bagian La Guaira sebagian roboh dan kini tidak lagi ditempati. "Saya masih merasa ini seperti mimpi buruk. Saya berharap bisa membangun kembali rumah saya. Saya tumbuh besar di sini dan tidak ingin kehilangannya," katanya.

Tim insinyur dan arsitek kini memeriksa bangunan yang rusak. Rumah yang dinilai aman diberi tanda hijau, yang perlu diperbaiki diberi tanda kuning, sedangkan bangunan berbahaya diberi tanda merah.

Juana Alfonzo, 65, juga masih bertahan di rumahnya yang mengalami kerusakan. Ia bersama keluarganya tidur di tenda karena khawatir bangunan runtuh. "Banyak orang menangis karena, tentu saja, rumah mereka hancur total. Bertahun-tahun membangun rumah-rumah ini, tetapi semuanya lenyap hanya dalam 39 detik," ujarnya.

Menurut pemerintah, gempa menyebabkan hampir 18 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 190 bangunan runtuh dan 856 lainnya rusak, sementara survei NASA memperkirakan bangunan terdampak bisa mencapai 58 ribu unit.

Ketua komisi penanganan bangunan terdampak sekaligus Menteri Perhubungan, Francisco Garces, mengatakan sekitar 6.000 inspeksi telah dilakukan. "Tahap perbaikan dan rehabilitasi akan segera menyusul," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Chacao Gustavo Duque menegaskan bangunan yang diberi tanda merah belum tentu harus dibongkar. "Itu tidak selalu berarti bangunan harus dibongkar, tetapi gedung tersebut harus menjalani pemeriksaan teknis untuk menentukan apakah masih dapat diperbaiki," ujarnya kepada AFP. (Ndf/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |