Waspada, Kebiasaan Sehari-hari Ini Dapat Lonjakkan Tekanan Darah

23 hours ago 8
Waspada, Kebiasaan Sehari-hari Ini Dapat Lonjakkan Tekanan Darah Ilustrasi.(Magnific)

TEKANAN darah tinggi kerap datang tanpa gejala sehingga seseorang bisa tidak menyadari kondisinya. Padahal, tekanan yang terus-menerus tinggi pada pembuluh darah membuat jantung bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.

Karena itu, penting mengenali kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan riwayat keluarga, tetapi juga sangat bergantung pada gaya hidup yang dijalani.

Mengenal Ambang Batas Tekanan Darah

Tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dari normal perlu segera diperhatikan. Tekanan darah sistolik 120-129 mmHg dengan diastolik kurang dari 80 mmHg sudah termasuk kategori tekanan darah tinggi dan berisiko berkembang menjadi hipertensi kronis.

Sementara itu, hipertensi secara medis ditetapkan pada tekanan darah yang konsisten mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi tersebut sering kali dipicu oleh kebiasaan sehari-hari berikut ini:

1. Pola Makan Terlalu Banyak Garam

Pola makan tinggi natrium dan rendah kalium merupakan pemicu utama. Natrium dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah, terutama karena banyak ditemukan dalam makanan olahan dan hidangan restoran. Sebaliknya, tubuh membutuhkan kalium untuk menjaga fungsi pembuluh darah yang bisa diperoleh dari pisang, kentang, kacang-kacangan, dan yoghurt.

2. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung dan pembuluh darah kurang terlatih. Rutin bergerak membantu menjaga kesehatan kardiovaskular sekaligus mempertahankan berat badan ideal. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit selama lima hari.

3. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali, batasi konsumsi alkohol maksimal satu minuman per hari bagi perempuan dan dua minuman per hari bagi laki-laki.

4. Penggunaan Tembakau

Merokok dapat merusak struktur jantung dan pembuluh darah secara permanen. Kandungan nikotin memicu lonjakan tekanan darah, sementara karbon monoksida dari asap rokok mengurangi kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh.

5. Kurang Tidur dan Sleep Apnea

Saat tidur, tekanan darah normalnya akan menurun. Kurang tidur secara teratur membuat tekanan darah tetap tinggi dalam waktu lebih lama. Gangguan seperti obstructive sleep apnea (saluran napas tersumbat saat tidur) juga sangat berkaitan dengan hipertensi yang sulit dikendalikan.

6. Stres Berkepanjangan

Stres jangka panjang memicu tubuh meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah. Selain dampak langsung, stres sering kali mendorong kebiasaan buruk lainnya seperti pola makan tidak sehat, malas bergerak, hingga peningkatan konsumsi rokok dan alkohol.

Kesimpulan: Mengatur pola makan, rutin beraktivitas fisik, memastikan tidur cukup, mengelola stres, serta menghindari rokok adalah langkah kunci untuk menjaga tekanan darah tetap sehat dan menghindari risiko komplikasi serius. (CDC/American Heart Association/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |