(MI)
KETUA Umum DPP Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo), Irfan Ahmad Fauzi, menyatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membangkitkan kembali sektor perkaretan nasional. Salah satu agenda utamanya yaitu mendorong komoditas karet agar dapat masuk dalam skema Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Namun, Irfan menekankan bahwa upaya tersebut harus diawali dengan pembenahan internal, khususnya dalam meningkatkan kualitas karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tambah dan memenuhi standar industri. "Misalnya, karet yang dihasilkan petani agar memiliki nilai tinggi harus dikelola dengan baik, terutama soal kebersihan," kata Irfan.
Menurutnya, peningkatan kualitas hasil produksi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi tawar petani sekaligus meningkatkan daya saing industri karet Indonesia di pasar global. Irfan Ahmad Fauzi dilantik sebagai Ketua Umum DPP Apkarindo periode 2026-2031 di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Kepemimpinan baru Apkarindo membawa harapan besar bagi para petani karet di berbagai daerah. Mereka berharap organisasi dapat memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani, terutama di tengah tantangan harga komoditas dan kebutuhan sarana produksi pertanian yang kian mendesak.
Harapan tersebut salah satunya disampaikan oleh Baihaki, petani karet asal Bandung, Jawa Barat. Ia berharap harga karet dapat kembali mengalami kejayaan seperti sekitar satu dekade lalu, ketika harga komoditas tersebut mampu menyentuh angka Rp28.000 per kilogram.
"Sekarang per kilogramnya belasan ribu rupiah. Semoga di bawah kepengurusan baru harganya bisa seperti dulu lagi, mencapai Rp28 ribu. Tidak hanya harga, persoalan pupuk pun ke depan bisa lebih mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau," ujar Baihaki.
Dalam momentum tersebut, DPP Apkarindo juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Kerja sama ini mencakup:
- Penguatan kelembagaan dan pendampingan kelompok tani.
- Akses terhadap teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.
- Program beasiswa pendidikan (SMA hingga S1) bagi anak-anak petani karet. (I-2)

















































