BNPB: Luas Karhutla Kaltim Capai 5.708 Hektare

1 hour ago 4
 Luas Karhutla Kaltim Capai 5.708 Hektare Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan).(MI/Atalya Puspa )

LUAS lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai sepanjang 2026 5.708,96 hektare. Angka tersebut berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan luasan tersebut tergolong tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lain yang selama ini menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

“Jumlah yang sudah terbakar itu 5.708,96 hektare. Angka ini tinggi. Angka ini di atas Provinsi Jambi. Jambi itu per hari ini yang jelas-jelas terbakar itu 3.000 hektare,” kata Suharyanto dalam pemaparan penanganan karhutla, Senin (14/9).

Ia menjelaskan BNPB menggunakan data lapangan untuk menghitung luasan yang benar-benar telah terbakar. Pemantauan hotspot menjadi salah satu dasar untuk menentukan lokasi yang kemudian diverifikasi secara fisik.

Pada 13 September, misalnya, tercatat 34 hotspot di Kaltim berdasarkan data Sipongi. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, terdapat 24 titik yang terkonfirmasi sebagai fire spot dengan estimasi luas terbakar 712,94 hektare. Dari luasan tersebut, satgas darat berhasil memadamkan 377,99 hektare. Sementara sekitar 319,99 hektare masih dalam penanganan.

Suharyanto mengatakan, operasi darat menjadi kekuatan utama dalam pemadaman karhutla. Operasi udara melalui helikopter water bombing tetap diperlukan untuk menjangkau titik yang sulit diakses pasukan darat. “Satgas udara meskipun sangat mahal, ternyata satu hari bisa memadamkan hanya 15 hektare,” ujarnya.

Ia meminta penanganan di Kaltim segera ditingkatkan agar kebakaran tidak semakin meluas. BNPB juga telah mengirimkan tim untuk mendampingi pemerintah daerah dalam operasi darat, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan operasi udara. “Kaltim ini masih sangat mudah untuk ditangani,” kata Suharyanto.

Ia berharap tidak muncul titik kebakaran baru dan kebakaran yang masih berlangsung dapat segera dipadamkan. (Ata/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |