Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan CPI

1 hour ago 5
Rupiah Melemah ke Rp17.669 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan CPI Ilustrasi(Antara)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/9). Rupiah turun 58 poin atau 0,33% ke posisi Rp17.669 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.611 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat.

“Data inflasi bulan Agustus menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti sebesar 0,3% secara bulanan (tidak termasuk biaya pangan dan energi),” ucapnya, Senin.

Mengutip Xinhua, kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau CPI Amerika Serikat secara tahunan mencapai 3,4%. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memperhitungkan komponen pangan dan energi yang cenderung berfluktuasi tercatat sebesar 2,4%.

Kenaikan CPI AS Pengaruhi Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Menurut Ibrahim, peningkatan inflasi tersebut turut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada pertemuan yang berlangsung pekan ini.

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 88%.

“Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi The Fed. Presiden Donald Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga pada hari Minggu (13/9), melanjutkan kritik terbarunya terhadap sikap kebijakan bank sentral tersebut,” ungkap dia.

JISDOR Bank Indonesia Ikut Melemah

Sejalan dengan pergerakan rupiah di pasar, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin juga mengalami pelemahan.

JISDOR tercatat berada di level Rp17.635 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.611 per dolar AS. (Ant/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |