Militer AS melancarkan serangan malam ke-10 ke wilayah Iran pasca-tewasnya tentara mereka. Presiden Iran sebut kini dalam kondisi perang terbuka.(Centcom)
MILITER Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara ke wilayah Iran untuk malam ke-10 secara beruntun. Langkah ini diambil guna memperlemah kemampuan Tehran dalam menyerang kapal-kapal komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi melalui platform X bahwa target serangan terbaru mencakup pusat komando militer, fasilitas maritim, peluncur rudal dan drone, hingga sistem pertahanan udara Iran. Kendati situasi memanas, Centcom menyatakan kapal-kapal komersial masih terus melintasi Selat Hormuz.
Rangkaian serangan intensif ini merupakan pembalasan atas tewasnya prajurit AS. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bakal menghukum Iran secara setimpal. Trump menyampaikan bahwa Iran telah dihantam "sangat keras" sebagai "penghormatan" bagi tiga tentara AS yang gugur baru-baru ini, dua di Yordania dan satu di Irak.
Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi identitas dua prajurit yang tewas dalam serangan Iran di pangkalan Muwaffaq Salti, Yordania, yaitu Prajurit Satu Isabella Gonzales, 19, dari Texas dan Letnan Tyler James Feehan, 25, dari Hawaii. Sementara itu, jasad prajurit ketiga yang sempat dinyatakan hilang berhasil ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Menanggapi gempuran tersebut, Iran menyatakan telah menargetkan sejumlah situs di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan situasi saat ini telah berubah menjadi konflik terbuka.
"Iran kini bertempur dalam perang skala penuh dengan AS," ujar Pezeshkian.
Meski kesepakatan gencatan senjata telah runtuh dan peperangan memuncak, pihak Tehran menyebutkan bahwa pesan-pesan diplomatik antara kedua negara masih terus dipertukarkan melalui pihak ketiga.
Dampak konflik ini juga makin meluas ke negara-negara tetangga. Militer Yordania melaporkan telah menembak jatuh tiga rudal Iran, sementara angkatan bersenjata Kuwait mengintersepsi sejumlah drone. Bahrain juga melaporkan serangan drone Iran yang mengincar sistem navigasi udaranya, meski lalu lintas penerbangan dipastikan tidak terganggu.
Di dalam negeri Iran, kantor berita Tasnim melaporkan gempuran AS menghantam sejumlah kota, termasuk Tabriz, Chabahar, Konarak, Bandar Mahshahr, dan Bandar Imam Khomeini.
Media pemerintah Iran juga mengklaim dua kapal tanker minyak meledak saat melintasi Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut tanker tersebut melintasi rute selatan yang "tidak aman dan berbahaya" hingga akhirnya "meledak dan terhenti." Namun, pihak Centcom membantah klaim insiden kapal tanker tersebut. (BBC/Z-2)


















































