Ilustrasi(Dok Istimewa)
DI tengah tuntutan dunia kerja yang kian kompetitif, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu daya saing ekonomi nasional.
Bukan lagi sekadar mengejar target dan angka produktivitas, perusahaan kini dituntut membangun manusia yang mampu bertumbuh berkelanjutan agar kinerja bisnis tetap terjaga.
Fenomena tersebut menjadi latar belakang lahirnya buku PeopleMath karya Agus Dwi Handaya. Buku yang mengangkat pendekatan baru dalam pengembangan human capital itu mendapat respons positif dari pasar. Sebanyak 3.500 eksemplar cetakan pertama habis terjual hanya dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak beredar, sehingga penerbit menyiapkan cetakan kedua sebanyak sekitar 2.000 eksemplar sekaligus menyematkan predikat National Best Seller.
Tingginya minat pembaca mencerminkan meningkatnya perhatian kalangan profesional, pelaku usaha, dan praktisi sumber daya manusia terhadap pentingnya investasi pada kualitas SDM sebagai fondasi produktivitas ekonomi jangka panjang.
Agus Dwi Handaya mengatakan produktivitas sejati tidak hanya dibangun oleh target, sistem, dan kemampuan teknis, tapi berasal dari kualitas manusia yang terus berkembang. "Bila kita salah membaca manusia, kita hampir pasti salah mengelola produktivitas.
Produktivitas sejati tidak hanya dibangun dari target, sistem, atau kemampuan teknis, tapi dari manusia yang terus berkembang melalui pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, keyakinan, lingkungan, dan kepemimpinan yang tepat," ujarnya, di Jakarta, Senin (6/7).
Menurut Agus, tantangan dunia kerja saat ini bukan hanya meningkatkan output, melainkan menciptakan lingkungan yang mampu membangun manusia agar bekerja lebih efektif tanpa mengorbankan kesehatan psikologis dan makna dalam bekerja.
Melalui PeopleMath, Agus menawarkan pendekatan yang menggunakan logika persamaan matematika untuk membantu memahami berbagai faktor yang membentuk kualitas manusia. Pendekatan tersebut tidak dimaksudkan menyederhanakan manusia menjadi angka, melainkan sebagai cara yang sistematis untuk membaca hubungan antara pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, pengalaman, kepemimpinan, sistem organisasi, dan kesehatan individu terhadap produktivitas.
"PeopleMath bukan tentang mematematikakan manusia ke dalam rumus atau angka. Justru melalui logika persamaan, kita dapat melihat manusia lebih utuh dan memahami apa yang membuat organisasi mampu membangun produktivitas secara berkelanjutan," kata Agus.
Dalam buku tersebut, Agus memperkenalkan 21 rumus PeopleMath yang terdiri atas dua rumus inti dan 19 rumus turunan. Seluruh konsep dirancang sebagai panduan praktis bagi pemimpin organisasi dalam membangun SDM yang tak hanya produktif, tetapi juga memiliki kualitas hidup lebih baik.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep kepemimpinan 3N, yakni Nagih, Nata, dan Nuntun, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara target kinerja, sistem kerja yang jelas, serta pendampingan bagi karyawan agar terus berkembang.
Gagasan PeopleMath lahir dari hampir tiga dekade pengalaman Agus di bidang human capital. Kariernya dimulai pada 1997 di Bank Exim Medan, kemudian terlibat dalam proses transformasi merger yang melahirkan Bank Mandiri. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam merumuskan pendekatan pengembangan manusia yang kemudian dituangkan dalam buku ini.
Saat buku diterbitkan, Agus menjabat sebagai Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri dan Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi pengembangan SDM, termasuk Forum Human Capital Indonesia.
Menurut Agus, pengalaman di lingkungan sosial dan dunia korporasi memperlihatkan pola sama yakni manusia dapat berkembang signifikan apabila didukung lingkungan, kepemimpinan, sistem, disiplin, dan keyakinan yang tepat.
"Dari dua pengalaman yang sangat berbeda tersebut, saya menemukan satu pola sama, yaitu manusia dapat dibentuk secara dahsyat. Produktivitas bukan sesuatu yang muncul begitu saja di akhir proses kerja, melainkan hasil dari proses panjang dalam membentuk dan mengembangkan manusia," ujarnya. (H-2)


















































