Ganti Gula dengan Stevia, Benarkah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?

3 hours ago 4
Ganti Gula dengan Stevia, Benarkah Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan? Ilustrasi mengonsumsi gula.(Magnific)

MENGURANGI konsumsi gula sering menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika seseorang ingin menurunkan berat badan. Salah satu alternatif yang banyak digunakan adalah stevia, pemanis rendah atau tanpa kalori yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Namun, apakah mengganti gula dengan stevia benar-benar bisa membuat berat badan turun?

Stevia memiliki rasa manis yang jauh lebih kuat dibandingkan gula sehingga penggunaannya hanya membutuhkan jumlah yang relatif sedikit. Steviol glikosida, yaitu senyawa pemanis yang berasal dari tanaman stevia, termasuk dalam kelompok pemanis non-gula atau non-sugar sweeteners (NSS). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan stevia dan turunannya ke dalam kelompok tersebut.  

Secara sederhana, mengganti gula dengan pemanis tanpa kalori dapat mengurangi asupan energi dari gula jika jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak kembali meningkat. Hal ini membuat stevia berpotensi membantu seseorang mengurangi kalori dari minuman atau makanan manis.

Namun, efek tersebut tidak otomatis berarti stevia dapat menyebabkan penurunan berat badan dalam jangka panjang. WHO menyatakan bahwa bukti mengenai efektivitas pemanis non-gula untuk mengendalikan berat badan dalam jangka panjang masih belum meyakinkan. Dalam pedomannya, WHO bahkan menyarankan agar pemanis non-gula tidak digunakan sebagai strategi utama untuk mengontrol berat badan.  

Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed juga menunjukkan hasil yang beragam. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap uji klinis menemukan bahwa konsumsi pemanis non-nutritif, termasuk pemanis berbasis stevia, berkaitan dengan penurunan berat badan dan massa lemak dalam beberapa penelitian. Namun, hasilnya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada indeks massa tubuh maupun lingkar pinggang.  

Penelitian lain yang lebih baru juga menunjukkan bahwa penggantian gula berkalori dengan pemanis non-nutritif dapat memberikan sedikit penurunan berat badan, tetapi efeknya lebih terlihat pada penelitian dengan durasi kurang dari 18 minggu. Pada penelitian yang berlangsung lebih lama, manfaat terhadap berat badan menjadi minimal.  

Karena itu, penggunaan stevia sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi tunggal untuk menurunkan berat badan. Mengganti gula dalam kopi, teh, atau minuman lainnya dengan stevia bisa menjadi salah satu cara mengurangi asupan gula, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan dan aktivitas seseorang.

WHO juga menganjurkan pembatasan konsumsi gula bebas hingga kurang dari 10 persen dari total energi harian. Mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis serta membiasakan diri dengan rasa yang tidak terlalu manis menjadi bagian penting dari pola makan sehat. 

Dengan demikian, mengganti gula dengan stevia dapat membantu mengurangi kalori dari gula dalam kondisi tertentu, tetapi tidak bisa dianggap sebagai cara utama untuk menurunkan berat badan. Pengaturan porsi makan, pemilihan makanan bergizi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan pola hidup secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang lebih penting dalam menjaga berat badan. (Sumber: World Health Organization (WHO)/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |