Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Keracunan Makanan

4 hours ago 4
Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Keracunan Makanan Sejumlah anak yang mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap hidangan pada acara syukuran pernikahan di Kampung Ciminggir, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Sagranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/6/2024)(ANTARA/Aditya Rohman)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan panduan pertolongan pertama yang wajib diketahui orang tua saat anak menunjukkan gejala keracunan makanan di rumah. Bahaya utama dari kasus keracunan makanan pada anak bukanlah sekadar paparan kuman, melainkan risiko dehidrasi berat akibat kehilangan cairan tubuh secara cepat.

Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, DR. Dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA(K), menjelaskan bahwa keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang timbul setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, racun (toksin), virus, parasit, maupun bahan kimia.

"Yang membahayakan anak adalah kehilangan cairan, bukan hanya kumannya. Kita bisa beri oralit sedikit-sedikit tapi sering, ASI dan makanan diteruskan, pantau anak berapa kali berkemih," kata Yogi Prawira dikutip Antara, Jumat (11/9).

Kenali Gejala Khas, Gejala Bahaya, dan Tanda Dehidrasi

Yogi menyampaikan bahwa gejala lazim yang sering ditemui pada anak yang mengalami keracunan makanan meliputi rasa mual, muntah, nyeri perut, serta buang air besar (BAB) cair atau bahkan berdarah.
Selain gejala pencernaan, orang tua juga diminta mewaspadai gejala tidak khas yang membutuhkan penanganan medis segera dari fasilitas kesehatan:

  • Demam tinggi dan nyeri kepala atau pusing.
  • Pandangan kabur.
  • Kelemahan pada anggota gerak tubuh dan rasa kesemutan.

Pada sebagian besar kasus, keracunan dipicu oleh dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi pada anak yang perlu dicermati antara lain mulut kering, anak terlihat haus terus-menerus, pusing, berkemih lebih jarang dengan warna urine pekat, serta tubuh yang lemas.

Pertolongan Pertama 

Bila anak mulai menunjukkan tanda-tanda keracunan makanan, langkah awal yang harus dilakukan orang tua adalah segera menghentikan pemberian makanan yang dicurigai. Makanan sisa tersebut hendaknya disimpan terlebih dahulu dan jangan dibuang untuk kebutuhan analisis laboratorium atau bukti medis.

Selanjutnya, ikuti panduan pemberian nutrisi dan cairan dari IDAI berikut:

  1. Berikan Oralit Bertahap: Berikan cairan oralit sedikit demi sedikit tetapi sering untuk mencegah dehidrasi makin parah.
  2. Jangan Hentikan Cairan Saat Muntah: Bila anak muntah, pemberian cairan tidak boleh dihentikan, melainkan diperlambat frekuensi dan volumenya.
  3. Lanjutkan ASI dan Makanan: Pemberian ASI dan makanan tetap diteruskan sesuai kemampuan anak. Berpuasa tidak mempercepat proses penyembuhan.
  4. Berikan Makanan Lunak: Setelah muntah mereda, berikan makanan lunak porsi kecil seperti bubur, pisang, atau roti.
  5. Istirahat dan Pantau Urin: Pastikan anak beristirahat cukup dan pantau frekuensi berkemihnya.

“Muntah bukan alasan berhenti memberi cairan, tapi pemberiannya diperlambat, bukan dihentikan,” tegas Yogi.

Hal yang Dilarang (Pantangan Orang Tua di Rumah)

Guna mencegah komplikasi fatal, IDAI mengingatkan orang tua untuk tidak melakukan beberapa tindakan berbahaya selama merawat anak di rumah:

  • Jangan Membuat Larutan Garam Sendiri: Hindari membuat oralit racikan sendiri di rumah karena kadar garam yang tidak terukur berisiko membahayakan anak.
  • Jangan Merangsang Muntah atau Memberi Arang Aktif: Dilarang memaksa anak muntah atau memberikan arang aktif tanpa petunjuk dokter.
  • Jangan Berikan Obat Anti-Diare Tanpa Resep: Obat penghenti diare sembarangan justru menahan racun dan kuman lebih lama di dalam usus anak.
  • Jangan Berikan Antibiotik Sendiri: Dilarang mengonsumsi antibiotik tanpa resep dan petunjuk medis.
  • Batasi Minuman Tertentu: Batasi sementara konsumsi susu sapi, teh, dan kopi pada anak yang sudah besar, tetapi ASI untuk bayi jangan pernah dihentikan. 

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |