Pneumonia Bisa Menular, Kenali Cara Penyebarannya dan Cara Melindungi Diri

3 hours ago 5
Pneumonia Bisa Menular, Kenali Cara Penyebarannya dan Cara Melindungi Diri Ilustrasi soal pneumonia.(Magnific)

PENYAKIT pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman, mulai dari bakteri, virus hingga jamur. Karena penyebabnya beragam, pneumonia tidak selalu memiliki cara penularan yang sama. Meski demikian, beberapa jenis pneumonia memang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui droplet atau kontak dengan cairan pernapasan.  

Kondisi tersebut membuat keberadaan pasien pneumonia tidak serta-merta berarti orang di sekitarnya harus menjauhi atau mengucilkannya. Yang lebih penting adalah memahami penyebab penyakit dan menerapkan langkah pencegahan penularan yang sesuai.

Salah satu contohnya adalah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri tersebut dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan, seperti air liur atau lendir. Namun, keberadaan bakteri di hidung atau tenggorokan seseorang tidak selalu menyebabkan penyakit. Banyak orang dapat membawa bakteri tersebut tanpa mengalami sakit.  

Pneumonia yang berkaitan dengan Mycoplasma pneumoniae juga dapat menyebar melalui percikan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Orang lain dapat terinfeksi ketika menghirup droplet yang mengandung bakteri tersebut. CDC menyebutkan bahwa infeksi M. pneumoniae umumnya ringan dan merupakan salah satu penyebab walking pneumonia.  

Karena mekanisme penularannya dapat melibatkan saluran pernapasan, kebersihan menjadi salah satu bagian penting dalam pencegahan. Mencuci tangan secara rutin, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta tidak berbagi barang yang mudah terkontaminasi cairan pernapasan dapat membantu mengurangi penyebaran kuman.

CDC juga menyarankan orang yang sedang sakit untuk sebisa mungkin menjaga jarak dari orang lain agar tidak menularkan infeksi. Penggunaan masker dapat menjadi langkah tambahan, terutama ketika seseorang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan harus berada dekat dengan orang lain.  

Di sisi lain, perlindungan perlu lebih diperhatikan ketika berada di sekitar kelompok yang rentan. Orang lanjut usia, anak-anak, serta mereka yang memiliki penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia yang serius. Diabetes, misalnya, termasuk kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena pneumonia.  

Pencegahan juga dapat dilakukan melalui vaksinasi untuk penyakit tertentu yang dapat menyebabkan pneumonia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa vaksin dapat membantu mencegah pneumonia. Jenis vaksin yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko seseorang.  

Dengan demikian, anggapan bahwa pasien pneumonia harus selalu dijauhi perlu dilihat kembali. Pneumonia memang dapat berkaitan dengan infeksi yang menular, tetapi risiko penyebarannya bergantung pada kuman penyebab dan cara penularannya. Memahami kondisi pasien, menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat daripada mengucilkan pasien. (Sumber: CDC dan WHO/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |