Peraih emas Olimpiade 2016 Liliyana Natsir.(Dok. MI/Dhika Kusuma Winata)
BESARAN bonus yang disiapkan pemerintah untuk peraih medali emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya mendapat respons positif dari legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir. Menurut dia, bonus Rp3 miliar dapat menjadi tambahan motivasi bagi atlet untuk tampil maksimal di ajang multicabang Asia tersebut.
Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang meraih medali emas nomor perorangan di Asian Games 2026. Nilai tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan bonus emas SEA Games lalu yang mencapai Rp1 miliar.
Liliyana mengaku terkejut ketika mengetahui besarnya bonus yang disiapkan pemerintah. Peraih medali emas Olimpiade 2016 bersama Tontowi Ahmad itu membandingkannya dengan masa ketika dirinya masih aktif sebagai atlet.
"Kita dengar sendiri bonus dari pemerintah waduh besar banget. Saya saja sampai bilang waduh, zaman saya coba kayak gitu. Tapi itu maksudnya motivasi, bukan atlet mata duitan, tapi itu suatu motivasi dan kita enggak mau munafik," seloroh Liliyana di sela-sela Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jumat (11/9).
Meski demikian, Liliyana menilai bonus tidak boleh menjadi orientasi utama atlet saat bertanding. Dia berharap penghargaan tersebut justru digunakan sebagai pemacu semangat untuk mengejar prestasi.
"Kalau bisa rebut emas Rp3 miliar. Kerja di mana dapat Rp3 miliar seminggu atau dua minggu? Jadi itu semoga menjadi motivasi buat teman-teman. Tapi jangan jangan lihat ke sana dulu, bagaimana caranya berusaha di lapangan sehingga bisa juara, minimal bisa raih medali," imbuh juara dunia ganda campuran yang akrab disapa Butet itu.
Liliyana secara khusus berharap bonus tersebut dapat mendorong wakil Indonesia di sektor ganda campuran untuk tampil lebih percaya diri di Asian Games. Pasalnya, dia menilai sektor tersebut masih membutuhkan kerja keras untuk kembali bersaing di jajaran teratas dunia.
Indonesia akan mengandalkan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta pasangan baru Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada Asian Games 2026. Liliyana menilai Amri/Nita berpeluang membuat kejutan. Keduanya dinilai memiliki modal kepercayaan diri setelah menunjukkan performa positif pada Kejuaraan Dunia dengan menembus empat besar.
"Amri dan Nita masih bisa bersaing. Mereka sudah mendapatkan pengalaman bagus di Kejuaraan Dunia. Semoga itu menambah kepercayaan diri mereka saat menghadapi Asian Games," tutur Liliyana.
Menurutnya, persaingan ganda campuran saat ini masih sangat ketat. Tiongkok menjadi kekuatan utama sedangkan Prancis juga patut diperhitungkan setelah menunjukkan performa kuat belakangan ini.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah berupa pencarian pasangan yang tepat. Pergantian pasangan membuat proses membangun chemistry membutuhkan waktu.
Kembalinya Nova Widianto ke jajaran pelatih di pelatnas juga diharapkan dapat membantu sektor ganda campuran menemukan formula terbaik. Liliyana menyebut Nova memiliki tantangan untuk menentukan kombinasi pasangan yang mampu bersaing dalam jangka panjang.
Dia berharap ganda campuran Indonesia secara bertahap dapat kembali masuk 10 besar, bahkan lima besar dunia. Dengan fondasi tersebut, peluang untuk bersaing dalam Kejuaraan Dunia, Olimpiade, Asian Games, dan turnamen besar lainnya diharapkan terbuka.
"Semoga dengan kerja keras dan adanya coach Nova, ganda campuran bisa kembali ke performa terbaik, minimal masuk 10 besar atau lima besar dunia. Setelah itu, target berikutnya tentu Kejuaraan Dunia, Olimpiade, Asian Games, dan kejuaraan besar lainnya," pungkas Liliyana.
"Setelah saya dan Owi (Tontowi), tentu saya ingin ada penerus. Semua senior juga pasti berharap begitu. Tetapi olahraga tidak semudah yang kita inginkan. Persaingannya sangat ketat sehingga harus diperjuangkan dengan lebih maksimal," tandasnya. (H-3)















































