Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT

1 hour ago 4
Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT Ikan oarfish yang ditemukan di Lombok.(Dok. Antara)

KEMUNCULAN ikan oarfish, yang sering dijuluki sebagai "ikan kiamat", di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (25/8), memicu perhatian publik. Fenomena langka ini diduga kuat berkaitan dengan perubahan iklim dan fluktuasi suhu yang terjadi di perairan Samudera Hindia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, menyatakan bahwa terdamparnya ikan laut dalam ini merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi di wilayah tersebut. Ia menjelaskan adanya kaitan erat antara kemunculan spesies ini dengan kondisi lingkungan laut saat ini.

"Ikan ini hidupnya di laut dalam. Kemunculannya mungkin bisa terjadi karena ada perubahan suhu di perairan Samudera Hindia," ujar Muslim di Mataram, Rabu (26/8).

Kaitan dengan Aktivitas Seismik di NTT

Selain faktor perubahan iklim dan cuaca, Muslim menyebutkan bahwa perubahan suhu air laut yang ekstrem bisa dipicu oleh aktivitas tektonik atau gempa bumi. Ia menggarisbawahi adanya keterkaitan geografis antara wilayah selatan NTB dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru-baru ini diguncang gempa.

"Perubahan suhu kan bisa terjadi karena ada gempa juga. Nah kebetulan kemarin baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan adalah Samudera Hindia semuanya, satu lempeng dengan NTT juga," terangnya.

Berdasarkan posisi lempeng tersebut, muncul asumsi bahwa ikan oarfish tersebut naik ke permukaan dan terdampar sebagai dampak dari getaran atau perubahan kondisi pascagempa di NTT. Namun, Muslim menegaskan bahwa hal ini masih bersifat asumsi awal.

"Bisa saja diasumsikan kemunculan ikan itu karena ada indikasi terkait gempa NTT kemarin, namun untuk membuktikan perlu ada kajian ilmiah dan penelitian lebih lanjut," tegasnya.

Menanggapi Mitos "Ikan Kiamat"

Terkait label "ikan kiamat" yang melekat pada oarfish dan mitos yang menyebutkan kemunculannya sebagai pertanda bencana besar, Muslim meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang memvalidasi mitos tersebut.

"Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Kita doakan mudah-mudahan tidak terjadi (musibah)," pungkas Muslim.

Catatan Redaksi: Ikan oarfish (Regalecus glesne) adalah ikan bertulang sejati terpanjang di dunia yang biasanya hidup di kedalaman 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |