Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur

1 hour ago 5
Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur Gedung Danantara Indonesia di kawasan Gatot Subroto, Jakarta.(MI/Susanto)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa investasi Indonesia tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah proyeksi perlambatan ekonomi global. Berdasarkan data IMF, ekonomi dunia diperkirakan melambat ke angka 3,0 persen pada 2026. Namun realisasi investasi nasional tetap kokoh dengan capaian Rp1.931 triliun sepanjang 2025 dan Rp1.010 triliun pada semester I 2026.

Dalam Pidato Kenegaraan pekan lalu, Presiden menekankan peran strategis Danantara Indonesia. Selain fokus pada restrukturisasi dan konsolidasi BUMN, Danantara diharapkan menjadi motor penggerak investasi nasional secara bertahap dan terukur. Langkah ini mulai terlihat dari 19 proyek hilirisasi yang telah melakukan groundbreaking serta proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Padang (UNP), Doni Satria, menilai Danantara memiliki posisi kunci untuk memperkuat aktivitas ekonomi nasional. Namun, ia memberikan catatan agar investasi diarahkan pada proyek yang memiliki kelayakan usaha tinggi dan tata kelola yang baik.

"Danantara bisa mendorong aktivitas ekonomi yang lebih baik, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, sejauh investasinya tepat sasaran dan dikelola secara hati-hati," ujar Doni dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Doni menambahkan, investasi Danantara perlu menyasar proyek efisien yang sejalan dengan arah pembangunan, seperti hilirisasi sumber daya alam. Ia menekankan pentingnya pengembangan industri pendukung agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati skala besar, tetapi juga mendorong industri kecil.

Kolaborasi dan Peran Anchor Investor

Dari sisi pelaku usaha, Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Terbarukan Kadin, Feiral Rizky Batubara, melihat Danantara dapat berperan sebagai anchor investor. Peran ini krusial untuk membuka ruang kolaborasi jangka panjang bagi perusahaan nasional melalui joint venture, co-investment, hingga keterlibatan dalam rantai pasok.

"Investasi tidak hanya menghasilkan aset dan keuntungan, tetapi juga ikut menciptakan ekosistem ekonomi baru serta memperkuat fondasi industri Indonesia dalam jangka panjang," kata Feiral. Menurutnya, keberhasilan Danantara harus diukur dari kemampuannya memperkuat daya saing perusahaan domestik dan menciptakan multiplier effect bagi UMKM serta tenaga kerja lokal.

Capaian di Lapangan dan Data Makro

Saat ini, Danantara mengawal 19 proyek hilirisasi di sektor mineral, energi, hingga agrikultur dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun. Di sektor energi bersih, proyek percontohan PSEL di Denpasar, Bali, senilai Rp3 triliun ditargetkan beroperasi pada semester I 2028 dengan kapasitas olah 1.500 ton sampah per hari.

Data Pertumbuhan Investasi Semester I 2026:

  • Realisasi Investasi: Rp1.010,6 triliun
  • Pertumbuhan Investasi: 6,87% (Kuartal II)
  • Penyerapan Tenaga Kerja: 1,45 juta orang (naik 15%)
  • Pertumbuhan Sektor Hilirisasi: 6,9%

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi adalah penopang utama ekonomi. Ia menekankan bahwa angka pertumbuhan bukanlah tujuan akhir, melainkan kesejahteraan masyarakat.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat kita," pungkas Rosan. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |