Pascagempa NTT, Prabowo Minta Penghijauan dengan Target 10 Tahun

1 hour ago 6
Pascagempa NTT, Prabowo Minta Penghijauan dengan Target 10 Tahun hutan.(MI)

PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan kawasan gundul di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat kembali hijau dalam waktu sekitar 10 tahun melalui program penghijauan yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Presiden menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT di posko pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8).

Prabowo mengatakan berkurangnya tutupan pohon menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu ditangani di NTT. "Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang. Jadi rakyat kita harus dikasih pendidikan, buka lahan tidak boleh dengan bakar-bakar," kata Presiden sebagaimana dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, penghijauan NTT perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, pemerintah pusat, serta perguruan tinggi. "Provinsi kemudian kabupaten nanti dibantu pusat, dibantu dengan perguruan-perguruan tinggi, dikoordinir oleh Dikti sama BRIN, ya, harus punya tim," ujarnya.

Tim tersebut, kata Prabowo, dapat melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, termasuk politeknik, yang mendapatkan pelatihan untuk mempercepat program penghijauan.

Presiden mengatakan pemerintah sebelumnya telah membentuk tim yang melibatkan Universitas Pertahanan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempelajari metode percepatan penghijauan di sejumlah negara.

Sebagai bagian dari program tersebut, Prabowo meminta pembangunan pusat pembibitan (nursery) di tingkat provinsi dan setiap kabupaten untuk menghasilkan bibit pohon dan tanaman produktif. "Semua lahan yang terbuka kita tanam pohon yang produktif dan pohon-pohon untuk mengamankan air," ujarnya.

Presiden juga mendorong penerapan konsep permakultur di kawasan pegunungan dan wilayah yang mengalami kerusakan lingkungan. Menurut dia, penerapan metode tersebut membutuhkan waktu, tetapi dapat membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.

"Kalau dilakukan dengan teliti dalam empat, lima, enam tahun itu bisa menampung dan menambah air di dalam bumi," katanya.

Prabowo optimistis melalui berbagai upaya tersebut kawasan gundul di NTT dapat kembali hijau dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. Ia juga meminta gerakan penghijauan disertai pendidikan lingkungan sejak dini agar generasi muda memahami pentingnya menjaga pohon serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. (Ant/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |