IPB University Kembangkan Teknologi AI dan Satelit untuk Deteksi Nutrisi Sawit

1 week ago 29
IPB University Kembangkan Teknologi AI dan Satelit untuk Deteksi Nutrisi Sawit Kerja sama antara IPB University dan PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia dalam mengembangkan mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pemanfaatan citra satelit beresolusi tinggi untuk meningkatkan akurasi pemantauan keseh(MI/HO)

IPB University memperkuat inovasi di sektor agriteknologi dengan mengembangkan sistem deteksi kekurangan nutrisi pada tanaman kelapa sawit. Pengembangan ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pemanfaatan citra satelit beresolusi tinggi untuk meningkatkan akurasi pemantauan kesehatan tanaman di perkebunan skala luas.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia. Kolaborasi tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Kepala LRI Teknologi Maju IPB University, Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, bersama Executive Vice President Dabeeo, Chang Hoon Moon.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak akan menyusun metode deteksi yang melampaui pengamatan visual konvensional di lapangan. Pemanfaatan data satelit dan algoritma AI diharapkan mampu memberikan rekomendasi pengelolaan tanaman yang jauh lebih presisi.

Kepala LRI Teknologi Maju IPB University, Prof. Anas Miftah Fauzi, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk menghasilkan analisis mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis penyakit tanaman tertentu.

"Kami ingin mengembangkan metode deteksi kekurangan nutrisi yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan data satelit untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih presisi," ujarnya.

Sistem identifikasi baru ini juga diproyeksikan untuk melengkapi Precipalm, teknologi rekomendasi pemupukan kelapa sawit yang sebelumnya telah dikembangkan oleh IPB University. Dengan tambahan data citra satelit, cakupan dan akurasi Precipalm diyakini akan semakin optimal.

Di sisi lain, Head of Business Development Dabeeo Indonesia, Rizky Dantri, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh proses riset ini. Dukungan tersebut mencakup pendanaan serta penyediaan akses data citra satelit yang menjadi komponen krusial dalam penelitian.

“Kami dari Dabeeo siap memberikan dukungan pendanaan untuk riset ini, terutama dalam hal akuisisi. Jadi nanti kalau dalam penelitian perlu penggunaan satelit, kami bersedia untuk menyediakan,” kata Rizky.

Sinergi antara akademisi dan penyedia teknologi AI ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi industri kelapa sawit dalam menghadapi tantangan produktivitas dan efisiensi pemupukan di masa depan. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |