Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada 98 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).(Antara/Ilham Nugraha)
WILAYAH terdampak kekeringan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilaporkan terus meluas seiring musim kemarau yang masih berlangsung. Berdasarkan data terbaru per 15 Juli 2026, krisis air bersih kini mulai melanda warga di Dusun Cikaramas, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka.
Kondisi ini memaksa puluhan keluarga mengandalkan bantuan pasokan air dari pihak luar karena sumber air warga mulai mengering. Sebagai langkah cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) telah menerjunkan armada tangki air ke lokasi terdampak.
Data Dampak Kekeringan Dusun Cikaramas:
| Lokasi | Dusun Cikaramas, Desa Serang, Kec. Cimalaka |
| Jumlah Terdampak | ± 100 KK (Sekitar 200 Jiwa) |
| Bantuan Tahap Awal | 5.000 Liter Air Bersih |
| Instansi Terlibat | BPBD Sumedang, PMI, Perumda |
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto, menyatakan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan bagian dari status tanggap darurat kekeringan. "Pada tahap awal, air bersih yang didistribusikan mencapai 5.000 liter. Ini merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu warga," ujarnya.
Bambang menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif ke sejumlah titik yang masuk dalam peta rawan krisis air bersih. Upaya pengiriman air dilakukan secara kolaboratif antara BPBD, Perumda Air Minum, dan PMI guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui BPBD juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat mulai menerapkan pola penggunaan air secara bijak. Warga diminta untuk berhemat dan memprioritaskan penggunaan air bersih hanya untuk kebutuhan pokok seperti minum dan memasak, agar persediaan yang ada dapat mencukupi untuk jangka waktu yang lebih panjang selama musim kemarau.
Hingga saat ini, BPBD masih menyiagakan personel dan armada tangki untuk mengantisipasi adanya permintaan bantuan air bersih dari desa-desa lain yang diprediksi akan menyusul mengalami kekeringan. (SG/I-1)


















































