Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita.(Kemenbud)
Kementerian Kebudayaan meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita di Gedung E lantai 1 Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, sebagai perpustakaan khusus yang menjadi pusat dokumentasi dan diseminasi pengetahuan kebudayaan Indonesia. Peresmian ini merupakan langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk menghimpun berbagai publikasi, hasil penelitian, transliterasi naskah, katalog, serta karya-karya kebudayaan agar dapat dikelola secara terpadu dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa pendirian perpustakaan ini berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah, namun tersebar di berbagai lokasi sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Selama ini banyak buku, hasil penelitian, transliterasi naskah, dan berbagai publikasi kebudayaan yang diterbitkan negara tersebar di berbagai tempat. Karena itu kami menghimpunnya dalam Perpustakaan Ranggawarsita agar tidak berhenti menjadi arsip yang tersimpan, tetapi menjadi pengetahuan yang hidup, mudah diakses masyarakat, serta terus memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujarnya.
Fadli Zon menjelaskan bahwa Perpustakaan Ranggawarsita akan menjadi pusat rujukan mengenai berbagai publikasi kebudayaan yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan dari masa ke masa. Selain memperkuat koleksi fisik, Kementerian Kebudayaan juga terus mengembangkan digitalisasi koleksi dan mengintegrasikan berbagai publikasi dari Unit Pelaksana Teknis di daerah agar seluruh produk pengetahuan kebudayaan terdokumentasi secara utuh dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
"Kami ingin memastikan seluruh produk pengetahuan yang dihasilkan Kementerian Kebudayaan, baik buku, katalog, hasil penelitian, maupun publikasi lainnya, dapat diakses publik secara berkelanjutan. Perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang riset, sekaligus pusat referensi kebudayaan Indonesia yang terus berkembang, sehingga warisan intelektual bangsa tidak hanya terjaga, tetapi juga melahirkan pengetahuan dan gagasan baru,” tegas Fadli Zon.
Di tempat yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, menyampaikan apresiasi atas peresmian Perpustakaan Ranggawarsita yang dinilai mencerminkan komitmen kuat Kementerian Kebudayaan dalam memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan memperkuat pelestarian warisan intelektual bangsa.
“Perpustakaan adalah ruang yang menyimpan khazanah pengetahuan yang harus dapat diakses oleh masyarakat untuk memahami masa lalu dan membangun masa depan. Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Kebudayaan dalam membangun ekosistem pengetahuan. Kami meyakini perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, ruang kolaborasi, dan pusat layanan pengetahuan kebudayaan,” ucap Aminudin Aziz.
Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan komitmen Perpustakaan Nasional dalam memberikan pendampingan melalui pembinaan kelembagaan, penguatan kompetensi pustakawan, serta pengembangan layanan agar perpustakaan ini dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, menyampaikan bahwa keberadaan Perpustakaan Ranggawarsita menjadi langkah penting dalam memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa melalui pemanfaatan buku, naskah, dan arsip sebagai sumber pengetahuan. Menurutnya, kehadiran perpustakaan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Perpustakaan dan arsip merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam menjaga warisan intelektual bangsa. Arsip tidak hanya disimpan, tetapi harus terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita dan siap mendukung pengembangannya melalui penelusuran serta penyediaan sumber-sumber arsip yang relevan untuk memperkaya khazanah pengetahuan kebudayaan Indonesia,” kata Mego Pinandito.
Hadir sebagai perpustakaan khusus di yang berlokasi di lobi lantai dasar Kantor Kementerian Kebudayaan, perpustakaan ini menjadi bentuk penghormatan kepada pujangga besar Nusantara, Raden Ngabehi Ranggawarsita, yang mewariskan tradisi intelektual dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Kehadirannya diharapkan menjadi ruang yang mendukung pengembangan riset, pembelajaran, serta pemanfaatan pengetahuan kebudayaan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan turut menerima Sertifikat Nomor PokoknPerpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas keberadaan Perpustakaan Ranggawarsita sekaligus menjadi landasan bagi penguatan tata kelola, pembinaan, pengembangan jejaring, dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita menjadi langkah awal dalam memperkuat pengelolaan pengetahuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan. Kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat rujukan kebudayaan yang inklusif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan nasional. (E-3)


















































