Membangun Ketahanan Mental Anak Dimulai dari Lingkungan Keluarga yang Harmonis

1 week ago 32
Membangun Ketahanan Mental Anak Dimulai dari Lingkungan Keluarga yang Harmonis Ilustrasi(magnific)

MEMBANGUN ketahanan mental pada anak memerlukan fondasi yang kuat, yang dimulai dari lingkungan keluarga yang sehat dan kondusif. Psikolog klinis Meiri Dias Tuti, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan informal utama bagi tumbuh kembang anak.

Menurut Meiri, orangtua yang mendambakan anak dengan kesehatan mental yang baik harus mampu menciptakan keharmonisan di dalam rumah. Lingkungan yang aman dan nyaman menjadi kunci utama agar anak merasa terlindungi secara emosional.

“Keluarga adalah pendidikan utama. Orangtua harus harmonis dan bisa memberikan lingkungan yang aman serta nyaman di rumah,” ujar Meiri saat dihubungi pada Rabu (16/7/2026).

Pendidikan Adab dan Delegasi Sekolah

Selain faktor lingkungan, Meiri menyoroti pentingnya asupan nutrisi. Pemberian makanan bergizi dan sehat dinilai sangat membantu perkembangan otak serta kesehatan mental anak secara keseluruhan. Namun, aspek yang tidak kalah krusial adalah penanaman adab dan karakter.

Meiri berpendapat bahwa menyekolahkan anak bukanlah bentuk penyerahan tanggung jawab sepenuhnya, melainkan delegasi tugas sementara. Orang tua tetap memegang kendali utama dalam membangun keteraturan, komunikasi, serta pemenuhan kasih sayang.

“Jika ingin membangun adab yang baik, kita pilih sekolah dengan sistem yang bagus dan visi-misi yang cocok dengan keluarga. Namun, itu tetap harus ditunjang dengan pendidikan di dalam keluarga, termasuk pengajaran nilai sosial, budaya, dan agama,” imbuhnya.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Ketahanan mental juga melibatkan peran sekolah melalui observasi guru terhadap perilaku siswa. Meiri menyarankan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak yang tidak wajar. Jika ditemukan indikasi gangguan, konsultasi dengan profesional kesehatan mental sangat dianjurkan.

Indikator Anak Membutuhkan Bantuan Profesional
Perilaku mogok sekolah secara tiba-tiba.
Ketakutan atau kecemasan yang berlebihan.
Kesulitan berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan baru.
Membutuhkan skrining untuk mendeteksi potensi gangguan mental.

Empat Ruang Aman bagi Anak

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan bahwa kecerdasan akademik tidak akan berarti tanpa kesehatan fisik dan mental yang prima. Ia menyerukan perwujudan empat "Ruang Aman dan Nyaman" bagi anak Indonesia.

Jenis Ruang Aman Pilar Utama / Pelaksana
Ruang Keluarga Pilar kasih sayang utama.
Satuan Pendidikan Sekolah, madrasah, dan pesantren.
Ruang Publik Tanggung jawab Kepala Daerah.
Ruang Digital Keamanan dalam interaksi dunia maya.

Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan digital diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung ketahanan mental generasi muda di masa depan. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |