Museum ITB, Hadirkan Ruang Pembelajaran Sejarah, Sains, Teknologi dan Inovasi

2 weeks ago 26
Museum ITB, Hadirkan Ruang Pembelajaran Sejarah, Sains, Teknologi dan Inovasi Peringati 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, ITB resmikan Museum yang berada di Kampus Ganesha ITB.(Dok.ITB)

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kini memiliki Museum ITB yang berada di area Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB Kampus Ganesha Bandung, Jawa Barat.

Museum yang diresmikan Menteri  Kebudayaan Fadli Zon pada Jumat (3/7) lalu, menjadi salah satu rangkaian peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, sekaligus menandai hadirnya ruang yang mengabadikan perjalanan lebih dari satu abad pendidikan tinggi teknik, sains, teknologi, seni dan humaniora di Indonesia.

Rektor ITB Prof.Dr. Tatacipta Dirgantara kemarin menyampaikan Museum ITB merupakan bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang institusi yang berakar dari Technische Hoogeschool te Bandoeng yang didirikan pada tahun 1920.

"Selama lebih dari satu abad, ITB telah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan tinggi Indonesia sekaligus melahirkan berbagai pemimpin, ilmuwan, inovator, seniman, dan pemikir yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa," jelasnya.

Menurut Tata, Museum ITB tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi hadir sebagai ruang pengetahuan, ruang refleksi, dan ruang inspirasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. 

Melalui museum ini, kata dia, sejarah dihidupkan kembali sebagai sumber pembelajaran untuk memahami tantangan masa kini sekaligus membangun masa depan yang lebih baik. Gagasan pendirian Museum ITB bermula pada tahun 2018, sebagai bagian dari persiapan menyongsong satu abad pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Inisiatif tersebut diawali dengan pengembangan museum digital untuk menyelamatkan dan mendigitalisasi berbagai arsip serta artefak penting yang tersebar di berbagai unit dan koleksi pribadi. 

"Dalam perkembangannya, upaya tersebut bertransformasi menjadi pembangunan museum fisik yang tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, hidup, dan relevan bagi masyarakat," ungkapnya.

Tata menambahkan,  Museum ITB merupakan jembatan antara generasi terdahulu dan generasi masa depan. Sebagai museum perguruan tinggi, Museum ITB berperan sebagai pusat dokumentasi sejarah institusi, ruang pembelajaran lintas generasi, laboratorium sejarah ilmu pengetahuan, sekaligus simpul kolaborasi antara akademisi, alumni, industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Museum ini juga menjadi bagian dari transformasi digital ITB melalui digitalisasi koleksi dan pengelolaan pengetahuan berbasis teknologi agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

"Kekuatan utama Museum ITB bukan terletak pada bangunannya, melainkan pada pengetahuan yang dihadirkannya. Jadi museum ini bukan hanya sekadar gedung museum saja namun lebih penting adalah kontennya. Kita bisa melihat sejarah, kemudian belajar di dalamnya, dan juga melihat masa depan," tandasnya. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |