Peneliti KAIST Kembangkan ‘Sidik Jari’ Nano untuk Deteksi Keaslian Produk

6 hours ago 5
Peneliti KAIST Kembangkan ‘Sidik Jari’ Nano untuk Deteksi Keaslian Produk Ilustrasi(Doc finance.biggo.con)

BAYANGKAN setiap barang memiliki ‘sidik jari’ sendiri yang tidak bisa dipalsukan siapa pun. Untuk memeriksanya tidak perlu mikroskop mahal, cukup menggunakan cahaya senter di ponsel saja.

Tim peneliti gabungan yang dipimpin Profesor Sang Ouk Kim dari Departemen Ilmu dan Rekayasa Material KAIST bersama Profesor Seok Joon Kwon dari Sungkyunkwan University berhasil mengembangkan alat yang dapat memeriksa keaslian produk hanya dengan cahaya, memanfaatkan pola unik dari susunan acak partikel berukuran nano sebagai 'sidik jari buatan'. Penemuan ini diterbitkan di jurnal ilmiah internasional Nature Communications pada tanggal 23 Juli 2026.

Sidik jari buatan tersebut memanfaatkan seluruh informasi tiga dimensi partikel, sehingga bisa dibaca dengan dua sumber cahaya berbeda. Lampu LED putih (misalnya senter ponsel).

Laser hijau berpanjang gelombang 542 nm dihamburkan ke berbagai arah oleh struktur partikel halus.

Karena tidak bisa direplikasi secara fisik, sistem ini juga relatif aman dari peretasan kata sandi oleh kecerdasan buatan maupun komputer kuantum di masa depan. Hal ini menjadi relevan mengingat serangan siber kian canggih dan sistem kriptografi konvensional mulai dipertanyakan ketahanannya.

Konsep ini dikenal dalam dunia keamanan sebagai Physical Unclonable Function (PUF), yaitu teknologi yang memanfaatkan perbedaan fisik mikroskopis yang muncul secara alami saat proses produksi sebagai informasi keamanan. Sama seperti manusia dengan sidik jarinya, tiap produk jadi punya identitas fisik yang unik.

Verifikasi Keamanan Tanpa alat mahal

Selama ini, PUF berkeamanan tinggi memiliki satu kelemahan praktis: strukturnya begitu kecil dan rumit sehingga butuh mikroskop atau alat mahal untuk membacanya. 

Tim KAIST mencari solusi kelemahan tersebut dengan cara yang unik menggunakan dua respons optik yang dihasilkan oleh satu pola nano. Saat pola nano tersebut diberikan cahaya putih seperti lampu senter ponsel, sebuah warna akan dipantulkan oleh setiap bagian dari struktur nano tersebut sehingga membentuk pola pantulan yang khas.

Apabila satu aspek dari pola nano bocor, aspek pola yang lainnya tetap tidak diketahui oleh para peretas. Mereka harus membuat ulang tiga hal sekaligus: struktur nanopartikelnya, warna dan pola pantulan di bawah senter, serta pola nano di bawah laser.

Bisa Ditempel di Mana Saja

Tim peneliti juga berhasil memindahkan struktur nano ke berbagai permukaan seperti plastik fleksibel, logam, film transparan, hingga hidrogel atau material lunak menyerupai gel yang mampu menyimpan banyak air. 

Potensi penerapannya luas, untuk barang mewah, karya seni, dan obat-obatan pun bisa. Karena dapat dibuat di atas film transparan, teknologi ini juga berpeluang menjadi stiker keamanan yang tidak mengganggu desain produk.

Sumber: The Mirage, jurnal ilmiah internasional Nature Communications

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |