Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 21 Juli 2026: Waspada Karhutla dan Gelombang Selatan

9 hours ago 9
 Waspada Karhutla dan Gelombang Selatan ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan masih berpeluang turun di tujuh wilayah Jawa Tengah pada Selasa (21/7), meskipun saat ini tengah memasuki musim kemarau. Di sisi lain, kondisi perairan utara mulai membaik dengan meredanya pasang air laut (rob) dan penurunan tinggi gelombang.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menjelaskan bahwa pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprediksi mengguyur kawasan pegunungan dan dataran tinggi.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Berdasarkan data BMKG, berikut adalah tujuh daerah yang berpeluang mengalami hujan ringan:

  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Mungkid
  • Batang
  • Kajen
  • Slawi
  • Bumiayu

Winda mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Waspadai kebakaran hutan dan lahan karena banyak tanaman dan pohon kering di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup lama ini," tambahnya.

Kondisi Perairan dan Gelombang Laut

Kabar baik datang dari perairan utara Jawa Tengah. Ketinggian pasang air laut (rob) dilaporkan mereda dengan maksimum 0,8 meter. Tinggi gelombang di laut utara juga menurun ke kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, banjir rob di beberapa titik pesisir Pantura dilaporkan belum sepenuhnya surut akibat dampak pasang tinggi beberapa hari sebelumnya.

Kondisi berbeda terjadi di perairan selatan Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, memperingatkan bahwa risiko pelayaran masih tinggi di wilayah tersebut.

Parameter Data Prakiraan
Tinggi Gelombang Selatan 1,25 - 2,5 Meter
Kecepatan Angin 5 - 35 km/jam (Timur ke Selatan)
Suhu Udara 16 - 33 Derajat Celcius
Kelembaban Udara 45 - 95 Persen

BMKG mengimbau operator pelayaran, mulai dari kapal nelayan, tongkang, hingga angkutan penumpang, untuk tetap waspada. Kecepatan angin yang mencapai di atas 15 knot di beberapa titik dinilai sangat berisiko bagi aktivitas di laut.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |