Sejumlah pemain dan ofisial Timnas Maroko mengangkat pelatih Mohamed Ouahbi usai mengalahkan Timnas Belanda Wout Weghorst (tengah) dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin (29/6/2026) waktu setempat(ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra)
PELATIH tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, berhasil membuktikan kapasitasnya sekaligus membungkam keraguan publik setelah sukses membawa skuad "Singa Atlas" melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Pelatih kelahiran Belgia berusia 49 tahun tersebut mencatatkan rekor impresif dengan belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang turnamen berlangsung.
Keberhasilan ini membawa Maroko bersiap menghadapi tantangan besar melawan Prancis di babak delapan besar. Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/7) di Boston Stadium.
Perjalanan Ouahbi menuju kursi kepelatihan tertinggi tidaklah mulus. Dalam wawancaranya dengan majalah sepak bola Prancis, Onze Mondial, ia mengungkapkan bahwa kemampuannya dalam berkomunikasi dan mengajar sempat diragukan oleh akademisi di masa lalu.
"Saya masih sangat ingat. Pada tahun pertama kuliah, seorang profesor mengatakan saya tidak cocok mengajar, memberikan pelajaran, ataupun berkomunikasi," kenang Ouahbi.
Meski tidak memiliki karier yang mentereng sebagai pemain profesional, Ouahbi membangun reputasi solid sebagai spesialis pembina pemain muda. Sebelum dipercaya menggantikan Walid Regragui tiga bulan menjelang Piala Dunia 2026, ia menghabiskan 17 tahun membina talenta muda di klub Belgia, Anderlecht. Nama-nama besar seperti Youri Tielemans dan Jeremy Doku merupakan deretan pemain yang pernah merasakan sentuhan kepelatihannya.
Sentuhan Magis untuk Generasi Baru Maroko
Reputasi Ouahbi sebagai pelatih kelompok usia teruji saat ia membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 tahun lalu. Dalam turnamen tersebut, Maroko menyingkirkan Prancis di semifinal dan mengalahkan Argentina di partai puncak. Pengalaman ini pula yang membantunya meyakinkan talenta muda seperti Ayyoub Bouaddi (18) untuk memilih membela Maroko tepat sebelum Piala Dunia senior dimulai.
Di bawah arahannya, Maroko tampil dengan gaya bermain yang dinilai lebih atraktif. Hal ini terbukti saat mereka mampu menahan imbang Brasil 1-1 di fase grup dan menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti di babak 32 besar.
Legenda sepak bola Maroko, Aziz Bouderbala, memberikan apresiasi tinggi atas transformasi permainan tim nasional di bawah kendali Ouahbi.
"Dia mampu menerapkan gaya bermainnya saat menghadapi tim besar, khususnya melawan Belanda. Ouahbi memberikan nilai tambah dan tidak sekadar melanjutkan gaya bermain sebelumnya," ujar Bouderbala.
Filosofi Kerja Kolektif
Menanggapi berbagai pujian yang datang, Ouahbi tetap rendah hati dan menekankan bahwa pencapaian Maroko adalah hasil kerja keras kolektif. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemain dan seluruh staf pelatih dalam setiap langkah tim.
"Saya selalu berusaha melibatkan semua orang dalam proyek ini. Saya tidak pernah berbicara menggunakan kata 'saya', tetapi selalu 'kami'. Siapa pun yang berpikir bisa sukses sendirian tidak akan berhasil," tegasnya. (AFP/Ndf/I-1)
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026:
Pertandingan: Maroko vs Prancis
Hari/Tanggal: Jumat, 10 Juli 2026
Lokasi: Boston Stadium


















































