Hadir di acara After Hours James Corden, Pangeran Harry teguh gunakan istilah "football" ketimbang "soccer" serta mengulas kekalahan Inggris di Piala Dunia.(Fox Sport)
MESKIPUN kini menetap di California, Amerika Serikat, Pangeran Harry tetap mempertahankan identitas serta istilah khas Inggris. Hal itu terlihat saat sang Duke of Sussex tampil dalam acara After Hours bersama James Corden usai laga final Piala Dunia pada Minggu, 19 Juli.
Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Harry merangkum berbagai momen menarik dari kemenangan mendebarkan Spanyol atas Argentina. Percakapan kemudian beralih ke masa lalu sang pangeran di dunia olahraga ketika Corden melontarkan godaan.
"Saya selalu berpikir Anda bersekolah di tempat yang terlalu mewah untuk soccer," seloroh Corden.
Pangeran Harry berumur 41 tahun itu langsung mengoreksi sebutan host tersebut. "Terlalu mewah untuk bermain football. Mengapa kamu menyebutnya soccer?" cetusnya.
Corden yang berusia 47 tahun lantas membalas, "Karena kita sedang berada di Amerika Serikat, baby!"
Pangeran Harry mengakui dirinya pernah bermain sepak bola di masa sekolah, meski olahraga tersebut bukan bidang utamanya.
"Tahu tidak, di sekolah persiapan (prep school), saya masuk di tim utama. Lalu ketika saya pindah ke sekolah yang lebih besar, saya berakhir di tim E," kenangnya. "Dari tim A turun ke tim E. Jadi itu rasanya tidak menyenangkan."
Meski begitu, Pangeran Harry terbukti masih mengikuti perkembangan sepak bola. Bersama Corden dan mantan bek legendaris Inggris, Rio Ferdinand, ia turut mengulas kekalahan menyakitkan Inggris dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia. Inggris yang sempat unggul 1-0 hingga lima menit terakhir harus tersingkir setelah Argentina mencetak dua gol cepat secara beruntun.
"Saya pikir ini masalah pola pikir," tutur Harry mengenai kekalahan tersebut. "Saya pikir apa yang kita lihat adalah sedikit efek kejutan bagi tim."
"'Kita unggul 1-0 melawan Argentina, lalu ada godaan langsung untuk bertahan... Saya pikir itu bukan rencananya. Itu terjadi begitu saja. Dan Anda tidak bisa, dalam 75 menit, atau berapa pun lamanya, mencoba mempertahankan keunggulan 1-0 melawan tim seperti itu," tambahnya.
Mendengar analisis tersebut, Ferdinand langsung menimpalinya, "Anda harus datang ke podcast saya dan melakukan analisis ini bersama saya."
Tak hanya mengulas taktik lapangan, Pangeran Harry juga ikut dalam perdebatan jenaka mengenai peringkat tokoh bernama "Harry" terbaik di Inggris. Meski sempat mengaku memiliki "benturan kepentingan", ia menyetujui pilihan Corden bahwa posisi pertama ditempati oleh penyanyi Harry Styles.
Posisi kedua diberikan kepada striker timnas Inggris, Harry Kane. Sementara untuk posisi ketiga, sang pangeran berseloroh menempatkan dirinya sejajar dengan tokoh fiksi Harry Potter.
"Dan kami akan bertanding Quidditch," selorohnya yang disambut tepuk tangan penonton. (People/Z-2)


















































