Sempat Dikeluhkan Warga Balikpapan, Debu Kawasan Kilang Pertamina Dinyatakan Aman

22 hours ago 11
Sempat Dikeluhkan Warga Balikpapan, Debu Kawasan Kilang Pertamina Dinyatakan Aman Kawasan Kilang milik PT Kilang Pertamina Balikpapan.(Dok. PT KPB)

HASIL uji laboratorium tebaran serpihan debu dari kawasan kilang minyak dan gas Pertamina Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menunjukkan seluruh parameter dalam kondisi kategori aman. Namun, pemerintah Kota Balikpapan tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan atau KPB, melakukan evaluasi menyeluruh, terhadap prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, karena sebelumnya debu itu sempat menjadi keluh warga.

Hal ini ditegaskan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Kamis (16/7) kemarin. Ia membenarkan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Sucofindo, telah diterima pada pekan lalu. Dan berdasarkan hasil analisis tersebut, tidak ditemukan indikasi pencemaran yang membahayakan kesehatan masyarakat maupun lingkungan.

"Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh indikator yang diperiksa masih dalam kategori aman. Semua parameter baku mutu udara dalam kondisi normal," jelasnya.

Sudirman meminta, agar hasil pengujian tersebut telah disampaikan kepada pihak kelurahan agar diteruskan kepada masyarakat yang sebelumnya terdampak. Langkah itu dilakukan agar warga memperoleh informasi resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium.

Ia menuturkan, meskipun hasil uji menyatakan kondisi lingkungan aman, DLH tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada kegiatan operasional yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Selain itu, kami juga minta perusahaan lebih meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, apabila akan melaksanakan kegiatan seperti proses commissioning atau pekerjaan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Jadi ada beberapa prosedur yang harus mereka review kembali sehingga kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan," kata Sudirman.

Menurutnya, komunikasi yang cepat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan setiap dugaan pencemaran lingkungan. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa.

"Kalau ada kejadian seperti itu, segera koordinasikan ke kelurahan atau instansi terkait. Dengan begitu kita bisa bergerak bersama mengambil langkah cepat, mulai dari pengecekan di lapangan hingga pengambilan sampel, seperti yang dilakukan kemarin," pintanya.

Ia mengatakan, ketika usai menerima laporan dari masyarakat, tim DLH langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel. Selanjutnya, sampel tersebut diuji lebih rinci di laboratorium independen Sucofindo.

"Dari hasil pengujian detail, menyimpulkan jika serpihan debu yang terjadi saat itu tidak berbahaya, dan kualitas udaranya masih memenuhi baku mutu ambien," ungkapnya.

Pastikan Transparansi

Terpisah, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, memastikan seluruh rekomendasi yang diberikan DLH maupun Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah ditindaklanjuti sesuai arahan pemerintah.

Ia mengatakan hasil pengujian laboratorium independen terhadap sampel yang diambil juga telah disampaikan kepada kedua instansi tersebut sebagai bentuk transparansi.

"Seluruh rekomendasi yang disampaikan oleh DLH dan Dinas Kesehatan telah kami tindaklanjuti dan laksanakan sesuai arahan yang diberikan. Hasil pengujian laboratorium independen terhadap sampel terkait juga telah kami sampaikan kepada DLH dan DKK," ujar Asep.

Ke depan, lanjutnya, PT Kilang Pertamina Balikpapan akan melanjutkan tahapan start-up commissioning sebagai bagian dari penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi teknis terkait.

Menurut Asep, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

"Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat Balikpapan, khususnya warga di sekitar wilayah operasional kami, agar proses ini dapat berjalan lancar demi keberlangsungan operasional yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |