TUNGGALl putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed).(Dok. Antara/PBSI)
TUNGGALl putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, memetik pelajaran berharga dari permainan taktis Anders Antonsen meski harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026. Pemain yang akrab disapa Ubed ini mengakui keunggulan pengalaman wakil Denmark tersebut.
Bertanding di Tokyo, Jepang, pada Kamis (16/7), Ubed menyerah dua gim langsung dengan skor 12-21 dan 19-21 dari unggulan ketiga tersebut. Ubed menyoroti bagaimana Antonsen mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan sangat rapi.
“Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri,” ujar Ubed melalui keterangan resmi PBSI.
Kesulitan di Gim Pertama
Pada gim pertama, Ubed mengaku kesulitan mengimbangi tempo permainan yang diterapkan Antonsen. Tekanan konsisten dari pemain peringkat atas dunia itu membuat Ubed gagal mengembangkan pola permainan terbaiknya.
“Gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia,” ungkap pemain berusia 19 tahun tersebut.
Memasuki gim kedua, Ubed mulai menemukan ritme dan memberikan perlawanan sengit. Ia sempat membaca arah permainan lawan dan menjaga selisih poin tetap ketat hingga fase kritis. Namun, Antonsen berhasil mengantisipasi strategi Ubed di poin-poin akhir.
“Di gim kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya. Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya,” tambahnya.
Debut di Super 750
Meski tersingkir, Japan Open 2026 menjadi tonggak sejarah bagi Ubed karena merupakan debutnya di turnamen level Super 750. Walaupun berhasil melewati babak pertama, ia mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaian di Tokyo.
Kini, Ubed mengalihkan fokus pada turnamen berikutnya. Ia tercatat berada di urutan pertama daftar tunggu (reserve) untuk China Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan.
“Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan, semoga bisa main. Di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik,” kata Ubed.
Dengan gugurnya Ubed, Alwi Farhan kini menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Japan Open 2026 setelah berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final. (Ant/H-3)


















































