Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Iran Tetap Tegaskan Jalur Itu Garis Merah

1 week ago 27
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Iran Tetap Tegaskan Jalur Itu Garis Merah Selat Hormuz.(Google Maps)

JURU bicara komando militer tertinggi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz. Teheran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut merupakan kepentingan vital nasional yang tidak boleh diganggu oleh pihak mana pun.

Menurut pernyataan militer Iran, Selat Hormuz adalah garis merah bagi Teheran. Karena itu, Iran menegaskan tidak akan membiarkan Washington melakukan tindakan apa pun yang dinilai mengganggu atau mengubah status kawasan tersebut.

Selain menegaskan sikap terkait Selat Hormuz, juru bicara tersebut juga memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons tegas apabila Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan terhadap fasilitas atau infrastruktur Iran, sebagaimana pernah diancam Presiden Donald Trump.

Ia menegaskan bahwa Teheran siap membalas dengan menargetkan berbagai kepentingan dan infrastruktur milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, pada Senin (13/7), Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya sebesar 20% kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu disebut sebagai kompensasi atas peran Amerika Serikat dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional tersebut.

Namun, rencana tersebut hanya bertahan satu hari. Pada Selasa (14/7), Trump memutuskan membatalkan kebijakan itu setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara Teluk. "Mereka mengatakan kami ingin melakukannya dengan cara berbeda," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Trump menjelaskan bahwa para pemimpin negara Teluk menawarkan pendekatan lain. Menurutnya, mereka berkomitmen meningkatkan investasi dalam jumlah besar ke Amerika Serikat sebagai alternatif agar Washington tidak memberlakukan pungutan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Meski mengaku kecewa karena Amerika Serikat telah mengeluarkan upaya besar untuk menjaga keamanan jalur tersebut tanpa memperoleh imbalan langsung, Trump akhirnya menerima usulan tersebut. Ia menyebut nilai investasi yang dijanjikan negara-negara Arab akan mencapai jumlah yang sangat besar.

Perselisihan mengenai Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Iran dan Amerika Serikat. Teheran menginginkan pengelolaan jalur pelayaran itu dilakukan bersama Oman serta berencana menerapkan biaya bagi kapal-kapal yang melintas, meskipun belum mengungkapkan besaran tarif yang dimaksud.

Sementara itu, nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang sebelumnya disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran tidak memuat ketentuan yang secara tegas mengatur pihak yang memiliki kewenangan mengendalikan Selat Hormuz. Kekosongan pengaturan tersebut membuat persoalan mengenai jalur strategis itu tetap menjadi sumber perbedaan antara kedua negara.

Situasi semakin memanas setelah pekan lalu Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku. Dengan berakhirnya kesepakatan tersebut, kedua negara disebut telah kembali melakukan serangan terhadap satu sama lain, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. (Politico/Fer/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |