Wamendikdasmen Fajar Pastikan Program Prioritas Prabowo Jangkau Suku Bajo di Wakatobi

1 week ago 33
Wamendikdasmen Fajar Pastikan Program Prioritas Prabowo Jangkau Suku Bajo di Wakatobi Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (16/7/2026).(Dok Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (16/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk layanan pendidikan bermutu, telah menjangkau wilayah kepulauan dan masyarakat adat, khususnya Suku Bajo.

Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen menyapa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan meninjau langsung fasilitas pendidikan di daerah terpencil. "Penting bagi kita untuk memastikan anak-anak di sini memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Konektivitas yang membaik di Wakatobi tidak hanya untuk pariwisata, tetapi harus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda," ujar Fajar.

Dialog MPLS dan Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungan diawali di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Di sana, Fajar berdialog dengan peserta MPLS mengenai cita-cita dan pentingnya pola hidup sehat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain berinteraksi hangat dengan siswa, Wamen meninjau hasil revitalisasi sekolah yang didanai pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

Menurut Fajar, peningkatan sarana fisik harus berjalan selaras dengan mutu pembelajaran agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Perhatian Khusus untuk Pendidikan Anak Suku Bajo

Wamendikdasmen juga mengunjungi SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, yang mayoritas siswanya merupakan anak-anak Suku Bajo. Di lokasi tersebut, Fajar memantau pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) serta kondisi infrastruktur sekolah.

Aksi Cepat Wamen: Saat melihat kondisi SD Maritim Mola, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen melalui telepon untuk meminta percepatan revitalisasi. Langkah ini disaksikan langsung oleh guru dan siswa sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah di wilayah kepulauan.

"Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya maritim lokal sekaligus membekali mereka dengan keterampilan masa depan," tegasnya.

Revitalisasi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi

Rangkaian kunjungan berlanjut ke SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi. Sekolah ini sebelumnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,5 miliar yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Fajar menekankan bahwa pembangunan fisik ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas pengajaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa, termasuk mereka yang berasal dari komunitas Suku Bajo.

Nurdin, tokoh masyarakat Suku Bajo, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. "Ini bukti negara menyapa kami di kepulauan. Anak-anak semakin bersemangat karena merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah pusat," ungkapnya.

Menutup kunjungannya, Fajar menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia di Wakatobi. Ia berharap anak-anak Wakatobi tidak hanya dikenal karena keindahan alam daerahnya, tetapi juga karena prestasi dan karakternya.

Turut mendampingi dalam kunjungan ini Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Bupati Wakatobi H. Haliana, Wakil Bupati Safia Wualo, serta jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen setempat. (RO/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |