101,48 Ton Beras Disalurkan kepada 7.918 Rumah Tangga Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat

3 hours ago 1
101,48 Ton Beras Disalurkan kepada 7.918 Rumah Tangga Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat Sebanyak 101,48 ton beras telah disalurkan kepada 7.918 rumah tangga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat.(MI/Marianus Marselus)

SEBANYAK 101,48 ton beras telah disalurkan kepada 7.918 rumah tangga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat hingga Jumat (21/8) siang itu mencakup penyaluran bantuan pangan di sejumlah kecamatan.

Wilayah penerima bantuan meliputi Lembor, Kuwus, Ndoso, Welak, Mbeliling, Pacar, Boleng, Kuwus Barat, Macang Pacar, Komodo, Sano Nggoang, dan Lembor Selatan.

Lembor menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yakni 12.230 kilogram beras untuk 1.223 rumah tangga. Selanjutnya Boleng menerima 12.160 kilogram, Kuwus 9.910 kilogram, Ndoso 8.590 kilogram, dan Pacar 7.000 kilogram.

Bantuan pangan tersebut tidak hanya berasal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Beras juga dihimpun melalui gotong royong berbagai pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Bima, DPD NasDem Manggarai Barat, PT Flores Jaya Sejati, Yayasan Sudamala Bumi Insani, Bank NTT, Imigrasi, KSOP, serta sejumlah organisasi dan masyarakat.

Dari donasi yang tercatat secara khusus, sedikitnya 13.899 kilogram atau sekitar 13,8 ton beras telah diterima Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dari berbagai pihak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pangan yang kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi atas solidaritas berbagai pihak dalam membantu penanganan bencana. “Ini adalah bentuk gotong royong yang luar biasa. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi,” kata Edistasius.

PENYALURAN BERTAHAP
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui kantor camat dan sejumlah posko distribusi. Pemerintah daerah juga mengarahkan bantuan yang masuk melalui Posko Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Kantor BPBD untuk didata sebelum disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.

Edistasius mengatakan koordinasi diperlukan agar distribusi bantuan berlangsung merata dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. “Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat terkoordinasi dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan di satu tempat, sementara wilayah lain masih kekurangan,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari masyarakat, lembaga, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya terus mengalir selama masa tanggap darurat. Menurut Edistasius, setiap bantuan yang diberikan memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa. “Terima kasih atas kepedulian semua pihak. Mari kita bersama-sama membantu masyarakat agar mereka dapat bangkit kembali,” pungkasnya. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |