3 Negara Kecam Israel yang Bebaskan Prajurit Pembunuh Relawan Gaza

4 hours ago 5
3 Negara Kecam Israel yang Bebaskan Prajurit Pembunuh Relawan Gaza Warga Palestina membersihkan puing-puing dari apartemennya di Gaza City yang hancur akibat serangan udara Israel.(AFP/Omar AL-QATTAA)

PEMERINTAH Inggris, Australia, dan Kanada melontarkan kecaman terhadap otoritas militer Israel (IDF) yang memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan pidana terkait tragedi penembakan konvoi bantuan World Central Kitchen (WCK) di Gaza pada April 2024. Dalam pernyataan bersama, ketiga negara sekutu tersebut mengecam keputusan IDF dan melabelinya sebagai langkah yang "memalukan".

Serangan udara tersebut sebelumnya menewaskan tujuh relawan kemanusiaan, termasuk warga negara Inggris, Australia, dan Polandia. Keputusan IDF yang hanya menjatuhkan sanksi administratif berupa peneguran dan pencopotan jabatan perwira dinilai sangat melukai perasaan keluarga korban.

"Keputusan ini terlalu sedikit dan sangat terlambat. Para korban dan keluarga mereka berhak mendapatkan keadilan serta akuntabilitas penuh," tegas pernyataan bersama ketiga negara tersebut. Mereka juga menekankan bahwa Gaza tetap menjadi wilayah paling mematikan bagi relawan, di mana setidaknya 186 pekerja kemanusiaan tewas sepanjang tahun 2025.

Pihak WCK turut membantah klaim IDF yang menyebut konvoi mobil menyimpang dari rute. WCK menegaskan bahwa seluruh pergerakan telah dikoordinasikan secara ketat dan logo organisasi di atap mobil terlihat jelas dari udara.

Penyelidikan Baru Kasus Hind Rajab

Di saat yang bersamaan, IDF mengumumkan pembukaan penyelidikan pidana atas kasus penembakan mobil yang menewaskan bocah lima tahun, Hind Rajab, beserta enam anggota keluarganya pada awal 2024, serta insiden penembakan 15 petugas medis pada 2025.

Meskipun IDF berjanji memeriksa "insiden luar biasa" sesuai hukum internasional, sejumlah pengamat hukum internasional meragukan efektivitas proses internal tersebut. Rekam jejak menunjukkan bahwa investigasi internal militer Israel atas pembunuhan warga sipil Palestina sangat jarang berujung pada vonis hukuman pidana.

(Theguardian/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |