Ilustrasi: Pemukiman Israel yang sedang dibangun di Tepi Barat.(AFP)
BADAN kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran mendalam atas maraknya kekerasan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat, serta penggunaan peluru tajam oleh pasukan Israel dalam operasi penegakan hukum terhadap warga Palestina, Jumat (21/8/2026).
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan dua warga Palestina tewas pada Jumat dalam dua insiden terpisah yang melibatkan pasukan Israel.
"Dalam sebuah serangan oleh pemukim Israel di sebuah komunitas Palestina di wilayah Hebron, seorang pemuda Palestina tewas tertembak, satu orang lainnya terluka parah, sebuah rumah dibakar, dan sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan," tulis pernyataan OCHA.
Militer Israel yang berada di lokasi kejadian mengklaim penembakan terjadi usai aksi pelemparan batu oleh warga Palestina yang menyebabkan sejumlah warga Israel terluka. Petugas pertahanan sipil Palestina telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar hunian warga.
Sementara pada insiden kedua, OCHA mencatat pasukan Israel menembak mati seorang pria Palestina di kediamannya di Jenin.
22 Warga Palestina Tewas
OCHA memaparkan, sepanjang periode 1 Januari hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 22 warga Palestina di Tepi Barat tewas dalam berbagai aksi serangan. Dari total tersebut, 12 orang tewas akibat serangan pemukim Israel, tujuh orang tewas oleh pasukan Israel, dan tiga orang tewas dalam insiden yang belum dipastikan pelakunya.
Data akumulatif tersebut ditegaskan belum mencakup penambahan korban jiwa maupun luka-luka pada insiden Jumat.
"Warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Palestina harus dilindungi sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional, dan para pelaku pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," tegas OCHA seraya mengingatkan penggunaan kekuatan mematikan dalam penegakan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir. (Ant/Xinhua/P-4)













































