Tim Dosen FIK Tel-U Hadirkan Inovasi Rempah, Kopi dan Teh, dalam Pelestarian Memori Budaya

3 hours ago 4
Tim Dosen FIK Tel-U Hadirkan Inovasi Rempah, Kopi dan Teh, dalam Pelestarian Memori Budaya Tim dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U).(Dok.Istimewa)

UNTUK melestarikan kekayaan pengetahuan budaya Nusantara melalui pendekatan seni dan pengalaman inderawi, tim dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U)  merancang program “Inovasi Galeri Multisensori Rempah, Kopi, dan Teh sebagai Medium Seni dan Memori Budaya di Jendela Ide,” di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Program yang diketuai Dosen FIK, Gina Shobiro Takao, Sheila Andita Putri dan Andrianto ini mengusung metode riset berbasis komunitas (community-based research). Galeri dirancang tidak hanya menyajikan informasi secara visual, tetapi juga mengajak pengunjung mengalami langsung aroma, tekstur, suara, hingga rasa dari rempah, kopi, dan teh.

Ketua tim Dosen FIK Gina Shobiro Takao, Jumat (21/8), menerangkan, untuk menyusun materi edukasi yang otentik, tim FIK Tel-U menggali langsung pengetahuan lokal dari para praktisi di Jawa Barat (Jabar). Untuk eksplorasi Budaya Teh, berdiskusi dengan petani teh asal Ciwidey, Cucu Samsudin, guna memahami filosofi teh mulai dari budidaya, pemetikan, hingga tata cara penyajian sebagai referensi area penyajian interaktif. 

"Eksplorasi Rempah & Herbal, bekerja sama dengan Oday Kodariyah dan Lisma yang merupakan praktisi dan pengelola kebun tanaman obat Sari Alam di Kabupaten Bandung, untuk memetakan manfaat, kebiasaan tradisional, dan keterkaitan rempah dengan kesehatan masyarakat," terangnya.

UJI COBA PUBLIK
Menurut Gina, gagasan awal galeri ini telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui mini pameran di booth Jendela Ide pada ajang Akulturasa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini menjadi ajang penerjemahan hasil riset ke dalam bentuk tata ruang dan pengalaman pameran, sekaligus menjaring masukan dari pengunjung agar kemasan edukasi budaya dapat dibuat lebih komunikatif dan responsif.

"Melalui integrasi antara keilmuan seni desain, pengetahuan lokal, dan teknologi pengalaman multisensori, galeri ini diharapkan bertransformasi dari sekadar tempat pameran menjadi ruang edukasi partisipatif yang hidup. Kolaborasi ini menegaskan peran akademisi FIK Telkom University dalam menghadirkan inovasi pelestarian warisan budaya yang relevan bagi generasi muda," paparnya. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |