12 Kecamatan di Lamongan Krisis Air Bersih

3 hours ago 3
12 Kecamatan di Lamongan Krisis Air Bersih PBD LAmongan telah menyalurkan air bersih pada warga Kecamatan yang kekeringan, Senin (14/9/2026) siang. Krisis air bersih telah melanda 26 desa yang tersebar di 12 Kecamatan di Lamongan.(MI/M Yakub)

KEMARAU panjang yang terjadi di Kabupaten Lamongan, Jatim, memicu krisis air bersih meningkat hingga 12 kecamatan, Senin (14/9). Ini karena tidak adanya hujan yang turun dalam hampir lima bulan terakhir.

Pemkab Lamongan melalui BPBD setempat juga terus menyalurkan air bersih pada 26 desa yang tersebar pada 12 kecamatan di kabupaten setempat. 

Kadis Kominfo Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan krisis air bersih ini berlangsung sejak tidak adanya hujan dalam beberapa bulan terakhir. 

Hal ini mengakibatkan debit air pada sumur, telaga, waduk hingga rawa mengalami penyusutan secara drastis. 

"Iya, saat ini krisis air sudah terjadi 26 desa di 12 kecamatan," katanya, Senin (14/9) siang. 

Ke-12 kecamatan itu meliputi Sarirejo, Ngimbang, Buluk, Pucuk, Karangbinangun, Deket, Sambeng, Modo, Kembangbahu, Mantup, Lamongan dan Glagah. Namun, kawasan terdampak paling parang berada di Kecamatan Glagah. 

Di Kecamatan Glagah, jumlah desa yang kekeringan mencapai 8 desa. Antara lain, Wedoro, Began, Wangen, Mendogo, Medang, Duduklor, Margoanyar dan Menganti. Sedangkan, 11 Kecamatan lainnya, desa yang terdampak berkisar antara 1 desa hingga tiga desa. 

Pemkab Lamongan melalui BPBD, lanjut dia, juga terus mengupakan distribusi air bersih bagi 4.796 keluarga di 12 kecamatan tersebut. Pengiriman air bersih dilakukan dengan menurunkan tiga armada mobil tangki untuk. 

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD setiap hari mengirimkan sebanyak 20-25 unit armada pada warga terdampak. 

"Hingga hari ini kita sudah menyalurkan air bersih sebanyak 696.000 liter air pada kawasan terdampak," tandanya. 

Sugeng berharap agar masyarakat menghemat pemakaian air bersih sehingga kebutuhan air tercukupi dengan baik selama masa krisis seperti saaat ini.(YK/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |