Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menjamin santunan bagi korban KM Virgo Transport 8.(Dok. Jasa Raharja)
DIREKTUR Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menjamin kepastian santunan dan biaya perawatan bagi para korban musibah kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kepastian tersebut disampaikan Awaluddin saat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Kalsel Muhidin, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta jajaran Komando Korem 101/Antasari menjenguk para korban selamat di RSUD Ulin, Banjarmasin, Senin (14/9).
Awaluddin menegaskan, bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris yang sah. Sedangkan untuk korban luka-luka, biaya perawatan dijamin hingga maksimal Rp20 juta.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan ini. Atas nama negara, Jasa Raharja hadir untuk memberikan kepastian pelayanan dan santunan korban. Proses pendataan dan verifikasi terus kami lakukan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Awaluddin melalui keterangannya, Senin (14/9).
Selain santunan pokok, korban juga memperoleh perlindungan tambahan dari anak perusahaan, PT Jasaraharja Putera, karena operator kapal terdaftar dalam asuransi pengangkutan. Santunan tambahan tersebut berupa Rp20 juta bagi korban meninggal dunia serta penambahan jaminan perawatan (extra cover) hingga Rp10 juta untuk korban luka-luka.
Data Korban dan Pengerahan Armada Operasi SAR
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperbarui data korban KM Virgo Transport 8. Hingga Senin sore, tim gabungan kembali menemukan satu korban selamat, sehingga total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 114 orang.
"Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan enam orang meninggal dunia. Hari ini kita mendapat kekuatan tambahan untuk mengoptimalkan pencarian," terang Menhub.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa operasi penyisiran hari ini diperkuat dengan lima armada udara dari Basarnas, Polri, TNI AL, dan BNPB, serta 17 kapal laut termasuk KRI Canopus.
"Khusus KRI Canopus, kami mengoptimalkan operasi underwater yang melibatkan personel Basarnas, Kopaska TNI AL, dan tim penyelam. Kami juga telah membuka posko pengaduan di Banjarmasin dan Surabaya untuk memfasilitasi informasi bagi keluarga korban," pungkas Syafii.

















































