Kremlin Respons Serangan Drone Dekat Kereta Boris Johnson di Perbatasan Polandia

3 hours ago 6
Kremlin Respons Serangan Drone Dekat Kereta Boris Johnson di Perbatasan Polandia Pom bensin di Ukraina terkena bom Rusia.(Al-Jazeera)

KREMLIN memberikan tanggapan resmi setelah pesawat tak berawak (drone) Rusia menargetkan jalur kereta api yang sedang dilalui oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Insiden ini terjadi saat Johnson dalam perjalanan pulang dari konferensi keamanan di Kyiv.

Boris Johnson dilaporkan mendapat peringatan pada Minggu (13/9) pagi sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Kereta penumpang yang berada tepat di belakang rangkaian keretanya terpaksa dievakuasi di dekat Yahodyn, wilayah yang berbatasan langsung dengan Polandia.

Respons Kremlin dan Klaim Rusia

Berbicara pada Senin (14/9), juru bicara Kremlin tidak membantah bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pihak Moskow menyatakan bahwa pasukannya akan terus beroperasi di seluruh wilayah Ukraina. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim bahwa mereka menargetkan infrastruktur yang memfasilitasi kargo militer dari Eropa di Ukraina Barat.

Melalui unggahan di media sosial X, Boris Johnson mengecam tindakan tersebut. "Saya tidak tahu logika menyimpang apa yang mendorong Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina yang sedang berhenti di perbatasan Polandia pagi ini," tulisnya.

Detail Insiden di Perbatasan

Meskipun rute tersebut sering digunakan oleh delegasi asing, Johnson dilaporkan tidak dievakuasi dan perjalanannya tidak mengalami penundaan berarti. Sumber internal menyebutkan bahwa tidak ada kereta VIP yang membawa pejabat Eropa terkena dampak langsung serangan.

Operator kereta api Ukraina, Ukrzaliznytsia, menyatakan melalui Telegram bahwa ada kemungkinan target sebenarnya dari drone Rusia tersebut adalah kereta diplomatik. "Sangat mungkin targetnya ialah kereta diplomatik, yang berangkat lebih awal dari jadwal setelah jadwal kereta disesuaikan secara real-time karena ancaman serangan Rusia yang terus-menerus," ungkap pihak operator.

Serangan tersebut dilaporkan menghantam gerbong kereta yang sedang terparkir di jalur simpang dan tidak sedang beroperasi. Selain itu, kereta penumpang biasa dievakuasi setelah pom bensin di dekat lokasi kejadian terkena serangan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden di Volyn, yang hanya berjarak satu mil dari perbatasan Polandia tersebut.

Seruan Dukungan untuk Ukraina

Boris Johnson menggunakan insiden ini untuk kembali mendesak sekutu Barat agar meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Ia menyoroti bahwa serangan semacam ini adalah realitas sehari-hari yang dihadapi warga sipil dan staf kereta api Ukraina.

"Kapan kita akan memberi mereka pertahanan udara yang mereka butuhkan? Mengapa kita tidak mencairkan dana Putin dan memberikannya kepada Ukraina? Ada lebih dari €140 miliar di rekening bank Belgia dan sekitar £10 miliar di London. Inggris bisa memimpin," tegas Johnson.

Mantan Perdana Menteri Swedia, Carl Bildt, yang juga berada di wilayah tersebut, mengonfirmasi bahwa kereta yang ia tumpangi hanya berselisih beberapa menit dari lokasi serangan. "Ini bukan kereta kami, tetapi kereta yang hanya beberapa menit setelah kami di penyeberangan perbatasan. Kereta itu dievakuasi saat drone mendekat dan tidak ada yang terluka," kata Bildt.

Ancaman di Pintu Gerbang NATO

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengutuk keras serangan di Yahodyn tersebut dan menyebutnya sebagai serangan biadab. Ia memperingatkan bahwa ini bentuk teror Putin yang secara langsung mengetuk pintu Uni Eropa dan NATO.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia mulai meningkatkan serangan terhadap titik-titik penyeberangan perbatasan Ukraina dengan sekutu Baratnya. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari kampanye untuk melumpuhkan infrastruktur ekonomi dan jalur pasokan bantuan militer serta kemanusiaan yang sangat krusial bagi pertahanan Ukraina. (The Independent/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |