ilustrasi(Antara)
Tim SAR gabungan menghadapi kendala serius dalam upaya pencarian jurnalis dan kru speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Hingga Senin (7/9), kondisi cuaca berkabut dengan jarak pandang terbatas menjadi hambatan utama di lapangan.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, mengungkapkan bahwa jarak pandang di lokasi pencarian saat ini hanya berkisar satu mil laut. "Cuaca berkabut dengan jarak pandang sekitar satu mil laut," ujar Rezie di Lampung Selatan.
Meskipun terkendala cuaca, tim SAR terus melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik strategis. Fokus pencarian diarahkan pada lokasi-lokasi yang dinilai memungkinkan menjadi titik keberadaan kapal maupun para korban.
Risiko Aktivitas Vulkanik
Selain faktor cuaca, tim di lapangan juga harus mewaspadai kondisi geografis perairan yang masih dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Rezie menjelaskan bahwa operasi pencarian tetap memprioritaskan keselamatan seluruh personel SAR mengingat risiko di kawasan tersebut.
Hingga memasuki hari ketujuh operasi, tim gabungan yang terdiri dari RIB 02 Lampung, KN SAR Basudewa, Pos SAR Tanggamus, serta unsur terkait lainnya belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. "Hasil pencarian dari seluruh Tim SAR Gabungan masih nihil," tambahnya.
Operasi Pencarian Diperpanjang
Mengingat hasil yang masih nihil hingga batas waktu standar operasi, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi hingga hari ketujuh.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, menegaskan bahwa perpanjangan ini merupakan hasil kesepakatan rapat Tim SAR Gabungan. Fokus utama tetap pada pencarian delapan orang yang berada di dalam kapal cepat Arupadhatu 1.
"Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," kata Al Amrad.
Sebagai informasi, terdapat delapan orang yang dinyatakan hilang dalam insiden ini, yang terdiri dari lima orang jurnalis dan tiga warga sipil. Kapal cepat Arupadhatu 1 tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, dan hingga kini koordinasi intensif terus dilakukan untuk memantau perkembangan di lokasi. (Ant/E-3)

















































