9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino

4 hours ago 5
9 Kabupaten dan Kota di NTB Siaga Darurat Kekeringan akibat El Nino Kondisi dasar dari Bendungan Wilalung kering akibat kemarau panjang di Desa Kalirejo, Undaan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).(Antara)

SEBANYAK sembilan wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini resmi berada dalam status siaga darurat menghadapi krisis air bersih. Bahkan, tiga di antaranya telah menaikkan status menjadi tanggap darurat akibat dampak musim kemarau yang semakin meluas.

Perkembangan Penanganan Krisis Air Bersih di NTB

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, bencana kekeringan ini telah memberikan dampak langsung terhadap ribuan warga di berbagai wilayah. Berikut adalah data terkini cakupan dampak kekeringan:

  • Cakupan Wilayah Terdampak: Meliputi 9 kabupaten/kota, 66 kecamatan, serta 227 desa atau kelurahan.
  • Jumlah Jiwa Terdampak: Sebanyak 84.837 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 263.310 jiwa.
  • Distribusi Air Bersih: Total 3.382.300 liter air bersih telah disalurkan oleh jajaran BPBD kabupaten/kota bersama BPBD Provinsi NTB.

Pernyataan Resmi BPBD NTB

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa peningkatan status ini dilakukan menyusul eskalasi kekeringan yang kian meluas di berbagai kawasan.

"Ada sembilan kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan tiga kabupaten di antaranya telah meningkatkan status menjadi tanggap darurat," ujarnya di Mataram, Minggu (14/9).

Sadimin menambahkan bahwa fenomena iklim global turut memperburuk situasi musim kemarau tahun ini di wilayah NTB. Fenomena El Nino memicu Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang di seluruh wilayah provinsi.

Lebih lanjut, ia memetakan kondisi wilayah yang masuk ke dalam zona merah kekeringan. "Pada peta sebaran, hampir seluruh Lombok (kecuali sebagian kecil Lombok Tengah) dan sebagian besar Pulau Sumbawa bagian timur dan barat masuk dalam zona merah atau Rencana Aksi Kekeringan," ungkapnya.

Menghadapi situasi darurat ini, pihak BPBD mengimbau masyarakat agar senantiasa bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih untuk mencegah krisis yang lebih parah.

Sebaran Wilayah Tanggap Darurat dan Siaga Darurat

Dampak kekeringan dirasakan secara bervariasi di masing-masing daerah dengan rincian data sebagai berikut:

1. Wilayah Berstatus Tanggap Darurat

Kabupaten Cakupan Jiwa Terdampak Distribusi Air
Sumbawa Barat 3 Kec, 8 Desa 5.795 jiwa 1,35 juta liter
Sumbawa 13 Kec, 26 Desa 42.728 jiwa 640 ribu liter
Bima 14 Kec, 42 Desa 28.894 jiwa 320 ribu liter

2. Wilayah Berstatus Siaga Darurat

  • Kabupaten Lombok Timur: Wilayah terparah dengan 41 desa dan 92.999 jiwa terdampak (Distribusi: 40 ribu liter).
  • Kabupaten Lombok Tengah: 9 kecamatan, 48 desa, 33.695 jiwa terdampak (Distribusi: 460 ribu liter).
  • Kabupaten Dompu: 4 kecamatan, 10 desa, 8.940 jiwa terdampak (Distribusi: 340 ribu liter).
  • Kabupaten Lombok Utara: 5 kecamatan, 18 desa, 17.855 jiwa terdampak (Distribusi: 200 ribu liter).
  • Kabupaten Lombok Barat: 6 kecamatan, 21 desa, 27.090 jiwa terdampak (Distribusi: 32.300 liter).
  • Kota Bima: 4 kecamatan, 12 desa, 3.287 jiwa terdampak.

Penjelasan BMKG Terkait Dampak El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa fenomena El Nino yang terjadi saat ini masuk dalam kategori sangat kuat dengan angka indeks mencapai 2,74 derajat Celcius. Hal inilah yang menjadi pemicu utama minimnya curah hujan di NTB.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, menjelaskan bahwa El Nino membuat musim kemarau yang biasanya kering menjadi semakin ekstrem. "Potensi hujan yang biasanya sekali turun di musim kemarau kini hampir tidak terjadi sama sekali," pungkasnya. (Ant/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |