Bunga penghormatan yang diletakkan oleh para pelayat terlihat di kawasan pejalan kaki Pantai Bondi di Sydney pada 18 Desember 2025, untuk menghormati para korban penembakan yang terjadi di sana pada 14 Desember 2025.(David Gray/AFP)
WILAYAH Ibu Kota Australia atau Australian Capital Territory (ACT) akan mengikuti program pembelian kembali senjata api atau gun buyback sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap serangan di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pada Sabtu (22/8), pemerintah ACT telah menyepakati skema serupa dengan program yang lebih dulu diterapkan di New South Wales (NSW), negara bagian terpadat di Australia.
Pemerintah federal Australia pada Januari 2026 mengesahkan aturan mengenai program pembelian kembali senjata api, pengetatan pemeriksaan pemegang lisensi senjata, serta langkah pemberantasan kebencian. Kebijakan tersebut diambil setelah serangan bersenjata pada 14 Desember di perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney.
NSW menjadi wilayah pertama yang berkomitmen mengikuti program tersebut. Program buyback di negara bagian itu dijadwalkan mulai 2 November mendatang. Program tersebut diperkirakan dapat menarik hingga 274.000 senjata api dari peredaran di wilayah itu.
Albanese mengatakan dengan bergabungnya ACT, program untuk memperkuat keamanan dan mencegah serangan serupa di Pantai Bondi akan semakin kuat.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah ACT atas kolaborasinya saat kami berupaya menarik senjata dari jalanan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi warga Australia,” ujarnya.
ACT, yang mencakup Canberra sebagai ibu kota nasional Australia, memiliki sekitar 23.000 senjata api dan lebih dari 7.000 pemegang lisensi senjata. Pemerintah ACT belum mengumumkan kapan program buyback di wilayah tersebut akan dimulai.
Serangan Pantai Bondi Beach oleh dua pria yang disebut polisi sebagai ayah dan anak. Keduanya diduga terinspirasi kelompok ISIS. Senjata api yang digunakan dalam serangan tersebut diperoleh secara legal.
Salah satu tersangka tewas dalam insiden tersebut, sedangkan tersangka lainnya masih menjalani proses hukum. Ia belum mengajukan pembelaan atas sejumlah dakwaan, termasuk 15 dakwaan pembunuhan.
Pemerintah Australia mencatat jumlah senjata api di negara tersebut mencapai rekor 4,1 juta unit pada tahun lalu. Program buyback terbaru ini akan menjadi yang terbesar di Australia sejak program serupa dilaksanakan setelah penembakan massal di Port Arthur, Tasmania, pada 1996 yang menewaskan 35 orang. (CNA/B-3)













































