Serangan pesawat nirawak (drone) Rusia menerjang pusat perbelanjaan terbesar di kota Kryvyi Rih, Ukraina.(Oleksandr Hanzha / Dnipropetrovsk regional administration/ BBC)
SERANGAN pesawat nirawak (drone) Rusia menerjang pusat perbelanjaan terbesar di kota Kryvyi Rih, Ukraina. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan 130 lainnya luka-luka, termasuk 23 anak-anak dalam insiden yang menggunakan taktik mematikan double-tap tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan siang hari di kota kelahirannya itu. Serangan diluncurkan dalam dua gelombang beruntun, di mana gelombang kedua secara sengaja menargetkan para petugas medis dan tim penyelamat yang sedang mengevakuasi korban di lokasi kebakaran.
"Ini adalah serangan yang sangat sinis dan hina," tegas Zelensky merespons taktik double-tap yang sengaja mengincar personel darurat di lapangan.
Kepala Daerah Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, mengonfirmasi bahwa 29 korban luka berada dalam kondisi kritis, sementara tim evakuasi dari empat wilayah tetangga telah diterjunkan untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Gempuran ke Kryvyi Rih menambah panjang daftar korban jiwa akibat serangan udara intensif Rusia di berbagai wilayah Ukraina. Di Mykolaiv, serangan terpisah menewaskan empat warga termasuk tiga anak-anak, sementara wilayah Kharkiv dan Zaporizhzhia turut melaporkan adanya korban jiwa dan luka akibat ledakan drone.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah serangan besar-besaran rudal Rusia menghantam ibu kota Kyiv yang menewaskan 17 orang dan merusak fasilitas publik seperti rumah sakit anak serta sekolah.
Sebagai balasan atas rentetan gempuran tersebut, militer Ukraina mengonfirmasi telah melancarkan serangan balasan yang menargetkan kilang minyak serta pangkalan udara militer jauh di dalam wilayah teritorial Rusia.
(BBC/P-4)













































