Flu A dan B Mulai Banyak Ditemukan, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

4 hours ago 6
Flu A dan B Mulai Banyak Ditemukan, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya Ilustrasi(Dok Magnific)

KASUS influenza kembali menjadi perhatian. Hal itu setelah dokter spesialis paru dan pernapasan melaporkan banyak pasien dengan keluhan batuk, demam, dan sakit kepala. Hasil pemeriksaan para pasien tersebut menunjukkan infeksi influenza A maupun B. Kondisi ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak menganggap semua keluhan flu sebagai penyakit ringan.

Dokter spesialis paru dan pernapasan RSUP Surabaya, dr. Harman Prayitno, Sp.P, menyebut dalam sepekan terakhir cukup banyak pasien datang dengan keluhan batuk dan demam. Setelah menjalani pemeriksaan swab, sejumlah pasien dinyatakan positif influenza, baik tipe A maupun B. 

Harman menyarankan masyarakat kembali memperhatikan pencegahan penularan, terutama ketika berada di tempat umum. Penggunaan masker dan menghindari kerumunan dapat menjadi langkah yang dilakukan ketika risiko penularan sedang meningkat. Bagi orang yang kondisi tubuhnya sedang tidak fit, ia juga menyarankan untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah. 

Influenza A dan B Tidak Selalu Memiliki Gejala yang Sama

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), influenza musiman dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat dan berisiko menimbulkan komplikasi pada kelompok tertentu. 

Influenza A dan B sama-sama dapat menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, serta gejala pernapasan lainnya. Perbedaan keduanya terutama terletak pada karakteristik virus dan inangnya.

Influenza A dapat menginfeksi manusia dan sejumlah hewan serta memiliki beberapa subtipe. Virus ini juga mengalami perubahan genetik sehingga menjadi salah satu tipe influenza yang mendapat perhatian dalam pemantauan penyakit menular.

Sementara itu, influenza B terutama beredar di antara manusia. Meskipun kerap dianggap lebih ringan, tingkat keparahan penyakit tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan tipe virus. Kasus influenza B juga dapat menyebabkan kondisi serius pada sebagian pasien.

Karena itu, anggapan bahwa influenza A pasti lebih berat daripada influenza B tidak selalu tepat. Kondisi pasien, usia, penyakit penyerta, serta daya tahan tubuh juga dapat memengaruhi risiko komplikasi.

Vaksinasi Tetap Menjadi Salah Satu Pencegahan Utama

Selain menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, masyarakat dapat mengurangi risiko influenza dengan menjaga kebersihan tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain ketika sedang sakit.

Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu cara utama untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi. WHO menyebut vaksinasi sebagai cara paling efektif untuk mencegah infeksi influenza dan dampak berat akibat penyakit tersebut. Komposisi vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan virus yang diperkirakan banyak beredar. 

CDC juga menyebut vaksin influenza tersedia untuk orang berusia enam bulan ke atas pada musim influenza 2026–2027. Perlindungan vaksin tidak berarti seseorang sama sekali tidak mungkin tertular, tetapi vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit berat. 

Kelompok tertentu, seperti lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko komplikasi influenza yang lebih tinggi. 

Jika mengalami demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, kondisi semakin memburuk, atau gejala tidak kunjung membaik, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. Pengobatan antivirus juga dapat dipertimbangkan oleh dokter pada kondisi tertentu, terutama jika diberikan sejak awal penyakit. CDC menyebut terapi antivirus yang diberikan lebih dini dapat memperpendek durasi demam dan gejala serta membantu menurunkan risiko beberapa komplikasi influenza. 

Dengan mengenali gejala dan memperhatikan pencegahan, masyarakat dapat mengurangi kemungkinan penyebaran influenza sekaligus lebih cepat mencari pertolongan ketika kondisi mulai memburuk. (Nur Azhizah Yulianis/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |