REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia (PTI) memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah nyata Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memantau langsung gudang-gudang BULOG di berbagai daerah.
Langkah ini dinilai sebagai bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan nasional, serta mengikis habis keraguan publik terhadap Swasembada Beras.
Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo, menegaskan bahwa kehadiran langsung Presiden di lini terdepan distribusi pangan, didukung data faktual, memberikan sinyal kuat bahwa Kedaulatan Pangan adalah prioritas utama pemerintah.
"Data dari gudang-gudang BULOG dan angka peningkatan produksi yang kita lihat saat ini menghapus segala keraguan. Kehadiran langsung Bapak Presiden Prabowo dan Mas Wamentan Sudaryono adalah pesan tegas bahwa Kedaulatan Pangan adalah prioritas utama. Swasembada bukan mimpi, melainkan target yang sedang kita jemput dengan kerja nyata dan data yang solid," ujar Suroyo dalam keterangan tertulisnya hari ini.
Keraguan dan kritik capaian Swasembada Beras yang diungkapkan Feri Amsari tidak mendasar dan cenderung "nyinyir".
Menurut Bung Royo, sapaan akrabnya, DPP PTI berbeda dengan Feri, karena tidak hanya mengamati di meja dan meninjau sekilas, melainkan mendalami data-data krusial terutama dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan posisi Swasembada Pangan yang berkelanjutan.
Posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per April 2026 mencapai 4,8 Juta Ton, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah.
Peningkatan ini didorong oleh lonjakan produksi beras nasional pada tahun 2025 yang meningkat sebesar 4,07 juta ton atau naik sebesar 13,29 persen.
Total stok beras nasional juga diperkirakan mencapai 28 Juta Ton. Jumlah ini terdiri dari CBP Bulog (4,8 Juta Ton), stok di masyarakat (±12 Juta Ton), dan potensi panen dekat (±12 Juta Ton). Komposisi stok komprehensif ini menjamin ketersediaan beras nasional yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga hampir setahun ke depan atau 11 bulan.
Kepastian stok beras di gudang BULOG merupakan fondasi utama bagi stabilitas harga dan kesejahteraan semua pihak.
"Kami Pemuda Tani Indonesia telah memantau di berbagai daerah bahwa produktivitas petani mulai meningkat berkat dukungan sarana produksi yang lebih tepat sasaran. Seperti penurunan harga Pupuk Bersubsidi 20 persen. Sidak Presiden ke gudang BULOG membuktikan bahwa hilirisasi dan manajemen stok kita terkendali dengan baik. Kami mendukung penuh fokus pemerintah untuk memperkuat peran Bulog dengan regulasi dan anggaran yang memadai, serta fokus pada keseimbangan HPP (Harga di tingkat petani) dan HET (Harga di konsumen) agar stabil terjaga, seperti yang ditegaskan Mas Wamentan Sudaryono," ujar Suroyo.
DPP Pemuda Tani Indonesia juga menyoroti peran strategis BULOG sebagai penjamin harga.
"Seperti yang disampaikan oleh Wamentan Sudaryono, 'Penjamin harga itu Bulog.' Ketika harga jatuh, negara hadir melalui Bulog dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang baik sehingga kesejahteraan petani terjamin. Sebaliknya, saat paceklik, Bulog melepas stok ke pasar agar harga tetap terjangkau bagi konsumen. Ini adalah langkah fundamental untuk Swasembada yang berkelanjutan," imbuh Suroyo
Produksi padi yang meningkat sejurus dengan kesejahteraan petani. BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,45 pada Februari 2026. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan itu, Pemuda Tani Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bangga dengan pencapaian ini dan berhenti meragukan kemampuan bangsa sendiri dalam memproduksi pangan.
Fokus pemerintah saat ini adalah keberlanjutan pasokan yang akan membawa Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
"Mari kita kawal bersama. Jangan hiraukan pengamat yang asal bunyi tanpa fakta dan realita. Jika pemerintah sudah turun langsung ke gudang, maka tugas kita sebagai pemuda tani adalah terus turun langsung ke sawah untuk memastikan produksi kian melimpah," tutup Suroyo.

2 hours ago
2

















































