Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan alur utama Sungai Barito di sekitar wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masih memiliki aliran air dan dapat dilalui kapal maupun perahu.(ANTARA/HO - Kementerian PU)
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) memastikan alur utama Sungai Barito di wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masih memiliki aliran air serta dapat dilalui kapal maupun perahu.
Pernyataan ini merespons beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan hamparan pasir di bagian tengah sungai sehingga memicu kesan seolah-olah Sungai Barito mengalami kekeringan total.
"Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Jumat (21/8).
Kepastian kondisi sungai diperoleh usai Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melakukan pemantauan langsung di lapangan pada Jumat (21/8).
Hasil pemantauan mengonfirmasi bahwa Sungai Barito memang mengalami penurunan muka dan debit air akibat dampak musim kemarau, hingga memunculkan gosong atau hamparan pasir yang luas di beberapa bagian. Kendati demikian, alur utama sungai diperkirakan masih memiliki lebar sekitar 100 meter yang berair dan berfungsi normal sebagai jalur transportasi.
Kepala BWS Kalimantan III Sandi Eriyanto menjelaskan, hamparan pasir yang terekam dalam video viral merupakan bagian sungai yang tidak teraliri air akibat penurunan muka air.
Sandi menyebutkan, dokumentasi video yang beredar diambil dari atas Jembatan Kalahien. Sudut pengambilan gambar dari ketinggian tersebut memberikan kesan visual seolah badan Sungai Barito mengering secara keseluruhan.
"Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai," ujar Sandi.
Kementerian PU melalui BWS Kalimantan III mengimbau masyarakat untuk mencermati informasi mengenai kondisi Sungai Barito secara menyeluruh dan tidak hanya bersandar pada dokumentasi dari satu sudut pandang. BWS Kalimantan III terus memantau perkembangan debit air di Wilayah Sungai (WS) Barito guna mengantisipasi dampak kemarau terhadap lalu lintas transportasi air dan aktivitas warga. (Ant/P-4)













































